"Pertamanya tahun 2010, belum banyak sih anak-anak yang jagain di sini jadi ya masih sering ada kecelakaan, kalau sekarang sudah banyak anak-anak jadi tahun ini belum pernah ada kejadian," ungkap salah seorang anak, Yoga (15) di depan Stasiun Rawa Buaya, Jl. Raya Duri Kosambi, Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (30/8/2013).
Kedua jalur kereta yang membentang itu memang baru satu yang terpakai. Namun dalam waktu dekat akan difungsikan demi pelayanan publik yang maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama kali ikut jagain sini gara-gara sering liat kecelakaan, ada mobil yang kedorong, ada juga yang hancur mobilnya, jadi lah kita beraniin diri jaga di sini," imbuhnya.
Sejak dahulu memang di titik ini belum pernah dipasangi palang rel. Mungkin karena dahulu masih sepi kendaraan melintas.
"Yang pertama ngajak tuh anak-anak gede (dewasa), tadinya mereka doang tuh yang jaga. Waktu itu kita lagi main bola sore-sore terus ditantangin jagain rel, ya udah kita coba-coba," sahut rekan Yoga, Arip (12).
Di perlintasan terlihat seseorang berbadan besar dengan kacamata hitam yang diletakkan di kepalanya. Ia sedang mendorong gerobak yang rodanya tersangkut di rel.
"Iya dulu angkatan saya yang pertama kali ngajak bocah-bocah ini, awalnya sih dikit, lama-lama mereka ngajak temen jadi banyak deh," ujar pria tersebut, Yono (30).
Yono terlihat menjaga anak-anak tersebut. Ia pun memberi kode jika tampak akan ada kereta melintas.
"Kalau di sini sih kalau mereka dapat duit ya buat mereka saja, nggak ada setor-setoran lah, beda sama yang sana," imbuhnya.
Memang selain di ruas Jl. Raya Duri Kosambi juga terdapat dua titik lagi yang tidak berpalang pintu, yakni di ruas Jl. Daan Mogot. Namun kedua titik ini telah terdapat jalan layang sehingga tidak banyak pengguna jalan yang menyeberangi rel.
(bag/gah)










































