Kepastian keduanya terkait jaringan teroris, menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto berdasarkan pada dugaan motif penembakan yang dilakukan keduanya.
"Mereka kita kategorikan masuk jaringan teroris, karena tujuan mereka adalah membuat teror. Karena dari aksi penembakan di sana, kita tidak temukan ada motif lain kecuali membuat teror," jelas Rikwanto saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka pernah melakukan pelatihan di Gunung Sawwal," kata Rikwanto.
Diungkapkan dia, kedua pelaku juga pernah terlibat dalam sejumlah aksi perampokan dalam rangkaian kegiatan terorisme yang disebut kegiatan pencarian dana atau fa'i.
"Mereka berdua terkait kasus perampokan BPR di Cililin Bandung, kantor pos Cibaduyut Badung, dan perampokan toko emas di Tambora," jelas dia.
Kedua pelaku juga disebut-sebut memiliki keahlian merangkai bom pipa dan juga ahli merakit senjata api modifikasi. Sementara terkait jaringan teroris kedua pelaku ini, Rikwanto belum bisa menyampaikannya.
"Untuk jaringan tidak disampaikan di sini. Itu kewenangan Mabes Polri, karena tim berangkat di TKP di mana terjadi penembakan. Untuk jaringannya nanti Densus yang tentukan," tuturnya.
Selanjutnya, Rikwanto meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan keduanya atau melihat keduanya, untuk melaporkan ke call center kepolisian di nomor 081248412278 atau 08873517351 atau SMS ke 1717.
(mei/mok)











































