Geram Listrik Byarpet, Wagub Riau Marah-marah di Rapat

Geram Listrik Byarpet, Wagub Riau Marah-marah di Rapat

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 30 Agu 2013 14:14 WIB
Geram Listrik Byarpet, Wagub Riau Marah-marah di Rapat
Foto: Chaidir Tanjung/detikcom
Pekanbaru - Pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Riau-Kepri menjadi perhatian besar masyarakat Riau. Wakil Gubernur Riau Mambang Mit pun angkat bicara.

"Saat zaman Dahlan Iskan, masalah pemadaman bergilir di Riau bisa teratasi dengan baik. Ini karena Pak Dahlan berani mencari terobosan atau alternatif memenuhi kekurangan daya dengan sewa pembangkit. Kok sekarang situasi kelistrikan kita semakin kacau," kata Mambang Mit saat Rakor Penanggulangan Kebakaran Lahan di kantor Gubernur Riau, Jumat (30/8/2013).

Mambang menyebutkan masyarakat sebagai pelanggan PLN sebenarnya tidak mau tahu apa persoalannya di balik pemadaman listrik. Masyarakat tetap menginginkan pemadaman segera berakhir.

"Jadi saya minta PLN Riau untuk menjelaskan masalahnya. Ngomong singkat dan padat saja, tak usah banyak ngomong yang tak jelas. Ayo silakan PLN bicara di rapat ini," pinta Mambang kepada utusan PLN yang datang.

Mendapat teguran seperti itu, perwakilan PLN Riau yang hadir menyebutkan saat ini ada kekurangan daya 200 MW untuk Riau, Jambi, dan Sumbar. Dan terbesar itu berada di Riau.

"PLTU Ombilin Sumbar saat ini rusak, PLTA Kampar di Riau tak ada air. Kondisi ini yang membuat pemadaman listrik terjadi di musim kemarau ini," terang perwakilan PLN.

Mendapat penjelasan seperti itu, Mambang sedikit emosional. Dia menyebutkan bahwa soal musim kemarau, pembangkit rusak itu juga sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau mau mengharapkan hujan, itu sama saja PLN tak ada upaya. Ngadu ke Tuhan sekalipun, Tuhan tak ada menggubris, karena masih banyak kerjaan lainnya. Ini terlihat PLN itu pasrah. Kalau sudah tahu musim kemarau, ya sewalah genset. Atau buat pembangkit dari batubara," kata Mambang.

Perwakilan PLN mengklarifikasi. "Bukan saya nakut-nakuti, bulan depan kekurangan daya di Riau akan semakin bertambah. Bulan depan mungkin durasi pemadamannya lebih dari yang sekarang," katanya.

Keterangan perwakilan PLN Riau membuat peserta rapat tertawa. Ini karena PLN menyebut durasi pemadaman akan bertambah lagi.

"Rakyat itu tidak mau tahu soal keterangan PLN itu. PLN Riau yang sekarang ini kok kesannya pasrah dengan keadaan. Kita sudah bosan soal pemadaman ini," tandas Mambang.

Menurut Mambang, tidak teratasinya pemadaman listrik ini menunjukan tidak ada solusi yang dilakukan PLN.

"Pemadaman sekarang ini sudah menjengkelkan, pagi, siang dan malam terus terjadi pemadaman. Tadi pagi saya mau mandi, listrik padam, terpaksa cuci-cuci badan saja sama cuci muka," kata Mambang di hadapan TNI, polisi, BNPB, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

(cha/trw)


Berita Terkait