Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Slamet Riyanto mengatakan, tim khusus ini akan melibatkan petugas dari Direktorat Lalu Lintas di bagian Registrasi dan Identifikasi (Regident) dan Patroli Jalan Raya (PJR).
"Saya yakin (anggota) lalu lintas ini punya feeling untuk mengetahui kendaraan mana yang menggunakan pelat nomor asli atau bodong," kata Slamet, Jumat (30/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada satu kasus, Fortuner saat lewati lantas gerak-gerik mencurigakan, lalu dikejar oleh PJR dan ternyata benar itu hasil curian," kata Slamet.
Slamet juga mengakui masih rendahnya prosentase pengungkapan curanmor yang terjadi di wilayah Polda Metro Jaya. Ini disebabkan semakin meningkatnya jumlah kendaraan baru tiap tahunnya.
"Tantangannya banyak, permasalahannya itu motor di Jakarta sehari saja keluar 1.500 unit. Untuk mendeteksi satu persatu ini kan sulit. Bayangkan di jalan sendiri itu kayak lautan motor," jelas dia.
Dalam satu hari saja, angka pencurian kendaraan bermotor yang dilaporkan warga yang berlokasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, mencapai puluhan kasus. Dari puluhan kasus itu, kasus curanmor yang dilaporkan dilakukan dengan modus yang beraneka ragam.
"Yang paling banyak itu curanmor roda dua (motor). Modusnya ada 365 (pencurian dengan kekerasan), 363 (pencurian dengan pemberatan) seperti dengan merusak kunci," kata dia.
Kepolisian sudah memetakan lokasi yang rawan curanmor, yakni di wilayah perbatasan antara Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Barat dan Polda Banten. "Seperti di Bekasi, Tangerang dan Depok," ucapnya.
Untuk antisipasi hal itu, kepolisian melakukan razia dengan berkoordinasi dengan pihak Samsat.
"Untuk itu kita libatkan tim dengan libatkan lantas, dari Samsat dan Regident untuk mengetahui pelat nomor, mana yang dikeluarkan Samsat maupun yang bukan, mana yang untuk peruntukan kendaraannya karena spesifik," jelasnya.
Lebih lanjut, Slamet mengimbau masyarakat untuk berhati-hati memarkirkan kendaraannya. Ia juga mengimbau perusahaan produsen mobil untuk melengkapi kendaraan dengan GPS (General Positioning System) begitu dijual ke pasaran.
"Karena dengan GPS ini akan memudahkan untuk tangkap pelakunya," imbuhnya.
(mei/mok)











































