Padahal, secara kasat mata, pasangan ini didukung habis-habisan oleh PDIP. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) terjun langsung mengkampanyekan Bambang-Said. Belum lagi Wakil Ketua DPR Pramono Anung dan sejumlah petinggi PDIP lainnya yang setia 'nongkrong' di Jawa Timur selama berhari-hari.
Pasangan ini memang tak diunggulkan sejak awal pencalonan. Mata publik Jatim lebih tertuju pada persaingan Soekarwo-Saefullah Yusuf dan Khofifah-Herman. Pun ketika Khofifah-Herman sempat tidak diloloskan sebagai peserta Pilgub Jatim, pasangan Bambang-Said tetap tak menjadi unggulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kenyataan pahit harus diterima PDIP. Meski dukungan telah diberikan sedemikan rupa, Bambang tenggelam di bawah bayang-bayang hegemoni kekuatan Soekarwo dan Khofifah yang bertarung ketat pada Pilgub Jatim 2008.
Namun Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait menolak menyebut kekalahan Bambang-Said karena kegagalan Jokowi. Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar, Jokowi Effect masih berhasil mengangkat suara Bambang-Said.
"Saya rasa elektabilitas Bambang DH dalam dua tiga bulan terakhir ini. Jokowi pasti berpengaruh meningkatkan ini," kata Ara saat dihubungi, Jumat (30/8/2013).
Maruarar masih percaya Jokowi Effect tetap manjur, meski dia tak menjelaskan alasan kekalahan jagonya. Selama memungkinkan dan dibutuhkan, Jokowi masih tetap akan dibawa ke kampanye-kampanye PDIP lainnya.
"Jokowi itu kan kader partai, dia tidak kampanye jika tidak ditugaskan partai. Jokowi ini contoh bagus, sebagai kader partai dia loyal, sebagai Gubernur dia tetap jalan," tutur politikus muda PDIP ini.
(trq/van)











































