Rustri sebenarnya punya peluang kembali moncer di perpolitikan bahkan di tingkat nasional dengan ikut konvensi capres PD. Namun meskipun dia mendapat tiket ikut konvensi, namun Rustri menolak, demi loyalitas kepada banteng moncong putih yang diketuai Megawati Soekarnoputri.
"Insya Allah saya masih kader (PDIP)," ucap Rustriningsih usai berdiskusi dengan komite konvensi di Wisma Kodel, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (29/8) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Rustri mengaku masih loyal ke PDIP, meski ada sederet kekecewaan terhadap partai pimpinan Mbak Mega tersebut. "Kalau nggak loyal saya akan berhenti terhalang gubernur," ucapnya menyinggung dirinya yang tak direkomendasikan PDIP jadi gubernur Jateng.
Rustri bahkan mengungkapkan rasa sayangnya ke PDIP. "Menurut saya melakukan hal yang tidak baik atau berisiko mempertaruhkan elektabilitas partai dan lain-lain, rasanya itu jadi wajib untuk izin. Kalau saya iyakan mengikuti konvensi mungkin saya akan izin, tapi karena sebatas hanya silaturahmi, saya tidak melakukan itu," ucap perempuan berkerudung kelahiran Kebumen itu.
Namun faktanya sejumlah elite PDIP menganggap Rustri sebagai pembangkang. Munculnya nama Rustri sebagai peserta wawancara konvensi capres PD dianggap cari sensasi oleh Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning. Sangat ironis, kader yang terbuang, masih loyal, namun tak mendapat tempat khusus di PDIP.
Lalu sampai kapan Rustri akan bertahan di PDIP? Setidaknya menurut Ketua DPP PDIP Puan Maharani belum ada rencana memecat Rustri dari PDIP secara permanen.
(van/nrl)











































