Mengenakan sepatu olahraga, kaos polo garis-garis warna cerah dipadu celana jeans, menunjukkan bahwa Vian bukan golongan orang tak berpunya. Pria asal Boyolali ini mengaku bekerja sebagai koki junior di salah satu restaurant Prancis di pusat niaga Sudirman Central Business District (SCBD).
Vian mengaku menjadi joki sekadar mengisi masa off-nya ketimbang berdiam diri di kamar kos. “Saya cuma penasaran bagaimana rasanya naik mobil mewah, dikasih uang lagi,” kata dia kepada detikcom di jalan Pattimura, Jakarta Selatan Senin lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama menjadi joki dia menyebut sudah merasakan naik mobil Honda CRV dan Toyota Avanza. Pengalaman bisa naik mobil mewah juga dirasakan Tiwi. Meski sebenarnya perempuan berusia 27 tahun itu memang murni menjadi joki dengan alasan ekonomi.
Tiwi yang warga Ragunan, Jakarta Selatan ini mengaku sebagai joki, ia bisa merasakan bolak-balik naik mobil mewah. “Walaupun enggak punya mobil tapi saya bisa gonta ganti mobil dari yang murah sampai yang mewah,” kata Tiwi saat ditemui detikcom di jalan Pattimura, Jakarta Selatan Rabu (28/8) kemarin.
Kepada detikcom, Tiwi pun menyebut semua merek mobil yang pernah dia tumpangi. “Saya naik BMW, Mercy, Alphard, X-trail, Civic, City sampai Avanza. Ada juga langganan ku yang mobilnya Range Rover yang harganya Rp 1,5 miliar itu,” kata ibu dari satu anak berusia 4 tahun ini.
Satu mobil yang belum pernah dirasakan Tiwi adalah Jaguar. Menurut dia mobil mewah tersebut biasanya dimiliki anak pejabat atau pengusaha kaya. “Jadi mereka enggak ambil joki pun enggak apa-apa,” kata Tiwi sambil tertawa.
Sisi keuntungan bisa merasakan naik mobil-mobil mewah dan sulit dijangkau sehari-hari, menjadi alasan tersendiri bagi para joki three in one. Itu sebabnya mereka tak terlalu memusingkan meski jumlah tarif jasa yang diberikan pemilik mobil mewah tak beda jauh dengan kendaraan biasa.
“Kalau jumlah uang tarif, bukan soal mobilnya tapi tergantung orangnya. Kadang-kadang pemilik Mercy, BMW, Jaguar ngasihnya juga Rp 15 ribu,” kata joki lainnya, Lenny, 42 tahun, warga Pamulang, Tangerang.
Wanita asal Sumatera Barat ini mengaku tak terlalu memilih-milih mobil mewah saat memberikan jasanya. Walau jenis mobil tak berpengaruh banyak pada jumlah tarif, tapi menurut Lenny ada satu hal yang lazim diterapkan oleh para Joki, yakni menandai mobil tertentu yang hanya memberi tarif kecil.
Ia mengaku pernah hanya diberi honor Rp 10 ribu saat menjadi joki untuk rute dari jalan Pattimura hingga Semanggi. “Saya terima saja apa adanya tapi ditandai mobilnya, saya gak mau naik lagi,” kata dia.
(erd/erd)











































