102 TKI Ilegal dari Malaysia Tiba di Semarang

102 TKI Ilegal dari Malaysia Tiba di Semarang

- detikNews
Selasa, 02 Nov 2004 01:07 WIB
Semarang - Setelah mengirimkan 102 orang TKI ke Malaysia, Jawa Tengah kini menerima 102 TKI ilegal dari Malaysia, Selasa (2/11/2004) dini hari. Kedatangan itu merupakan kloter pertama dari sekitar 75 ribu - 100 ribu TKI asal Jateng.Rencananya, ke-102 TKI diangkut dengan pesawat Merpati Nusantara yang landing pada pukul 01.00 WIB di Bandara Ahmad Yani Semarang. Dari jumlah itu, 100 orang berasal dari Jawa Timur dan hanya 2 orang yang berasal dari Jawa Tengah.Kedatangan mereka disambut beberapa pejabat tinggi Jateng seperti Kepala Disnakertrans Jateng Diah Anggraeni beserta stafnya dan pejabat dari Dinas Kesejahteraan Sosial Jateng dan beberapa pegawai Pemprov.Kepala Disnakertrans Jateng Diah Anggraeni mengatakan, ke-102 TKI ilegal itu telah disertai surat-surat sesuai prosedur baik dari Malaysia maupun dari pihak Indonesia sendiri. Disnakertrans akan mendata ulang untuk memastikan kebenaran status mereka."Kami tidak akan memfasilitasi TKI ilegal tanpa surat yang jelas. Jika semua TKI mengaku sebagai TKI ampunan dan minta difasilitasi kita bisa tekor," tegas Diah ketika ditemui di Bandara Ahmad Yani Semarang.Diah menambahkan seandainya keluarga dua orang TKI asal Jateng tidak ada yang menjemput, pihaknya akan mengantarkan mereka hingga ke daerahnya. Sedangkan, ke-100 TKI asal Jatim akan ditampung di posko yang dibuat oleh Dinas Perhubungan Jateng di bandara. Setelah itu, mereka akan berangkat pada pukul 06.00 WIB ke Surabaya. Biaya pemulangan TKI yang menggunakan pesawat ditanggung pribadi. Sementara, bagi yang menggunakan jalur laut dan darat akan dibiayai pemerintah melalui Disnakertrans. "Tapi kita belum bisa memastikan kedatangan mereka yang melalui jalur laut dan darat," ungkap Diah.Untuk mengantisipasi membludaknya pengangguran pasca kepulangan TKI ilegal, Disnakertrans Jateng, menuruttnya, siap memasilitasi TKI yang ingin kembali ke luar negeri. Sementara untuk yang menginginkan bekerja di dalam negeri, pihaknya membuka bursa kerja secara kontinyu."Jangan salah, kami adalah satu-satunya instansi tingkat provinsi yang mempunyai BLKLN (Balai Latihan Kerja Luar Negeri)," kata Diah dengan penuh kebanggaan. (ton/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini