Jokowi: Kalau Rel KRL Dinaikkan, Kereta Datangnya Jadi Per 3 Menit

Jokowi: Kalau Rel KRL Dinaikkan, Kereta Datangnya Jadi Per 3 Menit

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Rabu, 28 Agu 2013 18:52 WIB
Jokowi: Kalau Rel KRL Dinaikkan, Kereta Datangnya Jadi Per 3 Menit
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menaiki Commuter Line bersama Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono untuk mengecek jalur layang KRL. Nantinya jika jalur ini telah jadi, tidak akan ada kendala dengan kedatangan kereta.

"Ini yang rencana mau dinaikkan. Kalau naik, itu antar keretanya bisa per 3 menit datangnya," kata Jokowi di atas kereta Commuterline, Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Hal ini sedikit banyak akan membantu mengurai para penumpang yang sering menumpuk dibeberapa stasiun kereta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan sekarang banyak yang menumpuk di stasiun," kata alumni UGM ini.

Diakui Jokowi, warga yang bermukim dipinggiran rel kereta juga harus segera direlokasi. Nantinya lokasi tersebut akan segera disterilkan.

"Itu memang tidak steril. Untuk masyarakat yang dijalur yang berbahaya. Nanti akan kena sterilisasi semuanya," lanjutnya.

Sementara itu, Bambang Susantono menjelaskan jika pembangunan loop line jalur layang KRL ini akan dimulai tahun depan dengan anggaran Rp 9,5 triliun. Tahap awal dimulai dengan pembangunan jalur timur yakni rute Manggarai hingga Kampung Bandan dengan anggaran Rp 2,8 triliun.

"Dimulai di jalur timur dulu dengan biaya Rp 2,8 triliun. Semuanya dari APBN biar cepat," terang Bambang.

Perbedaan anggaran ini dikarenakan tinggi jalur kereta layang jalur timur lebih pendek daripada jalur barat.

"Jalur timur tinggi tiangnya hanya 8,5 meter. Yang barat smapai 15 meter karena banyak fly over dijalur barat tersebut," tuturnya.

Selain dari APBN, pembangunan 14 stasiun dan jalur layang KRL ini akan melibatkan PT KAI dan pihak swasta. Sedangkan pemprov DKI berperan dalam studi AMDAL dan pengintegrasian tiket angkutan publik lainnya.

"Studi AMDALnya. Integrasi dengan moda lainnya . Supaya nantinya penumpang yang berasal dari stasiun perpindahannya bisa dengan mudah," lanjut Bambang.

Pembangunan jalur timur ini ditargetkan akan selesai dalam waktu 4 tahun. Nantinya, jalur yang ada saat ini masih akan tetap digunakan. Namun penggunaannya dikhususkan untuk kereta barang.

"Yang ada sekarang akan dipakai kereta barang. Tapi akan ada penambahan kereta pasti," terangnya.



(mnb/jor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini