Para tokoh ulama dan tokoh nasional yang hadir adalah novelis Habiburrahman El Shirazy, Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini, Ketua Bazis Nasional Didin Hafidhuddin, dan Sekjen Majelis Intelektual Muslim Indonesia (MIUMI) Bahtiar Nasir. Mereka membacakan sikap dalam jumpa pers di Masjid Istiqlal, Jl Taman Wijayakusuma, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2013).
Berikut pernyataan sikapnya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan pemerintah militer Mesir terhadap rakyat sipil dan menuntut dihentikannya kebrutalan preventif tersebut.
Ketiga, menuntut Komisaris Tinggi HAM PBB untuk melakukan penyelidikan independen terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh pemerintah kudeta militer Mesir dan membawanya ke Mahkamah Kejahatan Internasional.
Keempat, meminta kepada Presien RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyatakan sesuai dengan amanat politik UU nomor 26 tahun 2000 bahwa Mesir dengan pemerintah kudetanya sekarang telah melakukan kejahatan. Bersama anggota-anggota OKI lainnya untuk melakukan usaha-usaha dalam rangka mencegah terjadinya korban terus bertambah.
Kelima, menyerukan pada semua negara organisasi internasional dan lembaga kemanusiaan untuk menyelenggarakan konferensi internasional yang dapat mendukung perdamaian dan terhindarnya kekerasan di Mesir.
Keenam, menyerukan kepada semua organisasi kemanusiaan, untuk memberikan pertolongan, bantuan kemanusiaan bagi korban kekerasan di Mesir.
(nwk/nrl)











































