Dua korban pelemparan batu adalah warga Sugiarti dan pedagang Salamah. Sugiarti terluka di kepala, sedangkan Salamah terkena di bagian kaki. Mereka dilarikan ke rumah sakit Ananda Purwokerto.
"Saya sedang menonton, terus saya lihat ada batu melayang. Tau-tau kepala saya sudah berdarah," kata Sugiarti, seorang warga yang terkena lemparan batu dan mendapatkan lima jahitan, Rabu (28/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Humas Daops V Purwokerto, Surono, mengatakan 4 kereta sempat terhambat perjalanannya. "Kereta BBM sempat tertahan 10 menit. Kereta lainnya, Sawunggalih, Fajar Utama, dan kereta Holcim pengangkut semen," katanya.
Menurut dia, sesuai kesepakatan pedagang sudah diberi toleransi berdagang hingga Lebaran kemarin. Padahal sterilisasi pedagang sebenarnya sudah mulai sejak Januari awal tahun ini. Berdasarkan perintah PT KAI, stasiun harus steril dari pedagang. Di wilayah Daops V, tinggal stasiun Kroya dan Purwokerto yang masih ada pedagangnya.
"Ini sabotase dan melanggar hukum," tandasnya.
(arb/trw)










































