Aksi Nekat Pedagang Berakhir, 2 Orang Terluka Terkena Lemparan Batu

Protes Larangan Jualan

Aksi Nekat Pedagang Berakhir, 2 Orang Terluka Terkena Lemparan Batu

Arbi Anugrah - detikNews
Rabu, 28 Agu 2013 13:24 WIB
Aksi Nekat Pedagang Berakhir, 2 Orang Terluka Terkena Lemparan Batu
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Purwokerto - Ratusan pedagang asongan Stasiun Purwokerto Jawa tengah mengakhiri aksinya dan memilih menyampaikan aspirasi ke DPRD setempat. Dua orang dilarikan ke rumah sakit karena kena lemparan batu.

Dua korban pelemparan batu adalah warga Sugiarti dan pedagang Salamah. Sugiarti terluka di kepala, sedangkan Salamah terkena di bagian kaki. Mereka dilarikan ke rumah sakit Ananda Purwokerto.

"Saya sedang menonton, terus saya lihat ada batu melayang. Tau-tau kepala saya sudah berdarah," kata Sugiarti, seorang warga yang terkena lemparan batu dan mendapatkan lima jahitan, Rabu (28/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelemparan itu terjadi saat ratusan pedagang mencegat KA Fajar Utama jurusan Yogyakarta ke Jakarta. Sebagian menaiki loko, sebagian melempari kereta dengan batu. Aksi berakhir sekitar pukul 11.00 WIB.

Kepala Humas Daops V Purwokerto, Surono, mengatakan 4 kereta sempat terhambat perjalanannya. "Kereta BBM sempat tertahan 10 menit. Kereta lainnya, Sawunggalih, Fajar Utama, dan kereta Holcim pengangkut semen," katanya.

Menurut dia, sesuai kesepakatan pedagang sudah diberi toleransi berdagang hingga Lebaran kemarin. Padahal sterilisasi pedagang sebenarnya sudah mulai sejak Januari awal tahun ini. Berdasarkan perintah PT KAI, stasiun harus steril dari pedagang. Di wilayah Daops V, tinggal stasiun Kroya dan Purwokerto yang masih ada pedagangnya.

"Ini sabotase dan melanggar hukum," tandasnya.

(arb/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini