"Waktu itu saya pernah datang ke Surabaya dan pagi-pagi ditemani makan soto ayam di Surabaya. Terus anak yang semir sepatu. Itu kan kalau di kota lain biasalah. Yang menarik bagi saya Ibu Risma langsung nanya kamu siapa namanya, umur berapa, dari mana, tinggal di mana," kata Maruarar berkisah soal sosok Risma yang peduli pada rakyatnya.
Risma tak berhenti di situ saja. Dia langsung menelepon seseorang agar bocah penyemir sepatu tersebut 'diurus'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Maruarar cara penanganan persoalan Risma sangat cepat. "Jadi itu bagi saya sangat langka di Indonesia," katanya.
Maruarar yang juga anggota Komisi XI DPR juga tahu bagaimana Risma memperjuangkan PBB di Surabaya. Dia membantu Risma agar persoalan PBB di Surabaya lebih mudah.
"PBB kan tadinya di pusat sekarang di daerah, bagaimana Bu Risma memperjuangkan dengan cepat dan tepat, dan dia fokus, supaya Surabaya kota yang paling duluan realisasi PBB-nya. Saya ingat betul, saya akseskan ada wali kota begitu dan kemudian dikerjakan. Waduh nih orang ini kerjanya nggak basa-basi," pujinya.
(van/nrl)











































