Lahan tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Hingga kini, pemprov DKI masih terus melakukan persiapan rencana pembangunan rumah susun baru di situ. Ahok menjelaskan, dana untuk pembangunan rusun tersebut berasal dari APBD dan swasta.
"Dananya ari APBD dan kewajiban pengembang," ujar Wagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (27/8/2013)..
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku nggak terlalu ngurusin. Ya terserah, haknya DPRD lah. Kalau DPRD telat, ya kita telat," ungkap Ahok.
Hari ini, Ahok telah melakukan survei keempat belas lahan tersebut. Ahok tak berangkat sendiri, tapi ditemani oleh Asisten Sekda Bidang Pembangunan Wiryatmoko, Kepala Bappeda DKI Sarwo Handayani, dan Kepala Biro KDH-KLN Heru Budi Hartono.
Berikut daftar keempat belas inventarisasi lahan yang berpotensi dibangun rusun:
Jakarta Pusat:
1. Petamburan, Depo PJKA
2. Karet bivak, belakang makam
Jakarta Barat:
1. Lahan di Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan
2. Lahan di Sekitar KOPTI Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres
3. Kampung Apung/Bulak Teko, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng
4. Lahan Aset Pemda di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng
Jakarta Selatan:
1. Lahan di Srengseng Situ Babakan Jagakarsa
2. Lahan di Deptan, Pasar Minggu
3. Lahan di Manggarai, Tebet
4. Lahan di Warung Jati Timur
5. Tambahan: Cirende Lebak Bulus (luar Jakarta) untuk tampungan kali Pesanggrahan
Jakarta Timur:
1. Lahan di PIK Penggilingan, Cakung
2. Lahan di Cawang, Kebon Pala
3. Lahan di Ciracas, Penganten Ali
(rna/lh)










































