Jokowi tiba di Kantor Lurah Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara pukul 14.45 WIB, Selasa (27/8/2013). Begitu tiba, Jokowi yang masih menggunakan setelan jas hitan dan kemeja putih ini membuat beberapa petugas langsung berjaga di loket pelayanan. Bahkan lurah Papanggo, Arahap mengaku kaget.
"Saya kaget. Tapi harus siap kalau ada pimpinan datang," kata Arahap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi sepi. Petugasnya nggak ada. Eh, Pak Jokowi datang baru ramai. Saya datang dari jam setengah satu. Dan sampai sekarang udah jam tiga belum dipanggil. Itu juga nomor antriannya nggak jalan-jalan," kata Melky.
Melky mengatakan, para petugas beralasan kekurangan orang dan sedang beristirahat.
"Dari tadi alasannya orangnya nggak ada, pergi salat. Kecewa bangetlah saya, lama gini," ungkapnya.
Tak hanya itu, warga juga diminta untuk memberi 'uang sukarela' sebagai balas jas pengurusan pelayanan di kelurahan tersebut.
"Biasanya diminta uang sukarela. Saya biasanya ngasih Rp 10.000," kata Melky.
Terkait dengan lamanya pelayanan di kelurahan tersebut, Jokowi mengatakan hal tersebut sedang dalam tahap perbaikan.
"Dilayani dua jam itu sudah baik. Kalau yang dulu-dulu mungkin bisa seminggu dua minggu," kata Jokowi.
Namun, terkait dengan masih adanya pungutan uang dalam pelayanan, Jokowi menegaskan hal itu tidak dibenarkan.
"Itu yang jelas tidak diperbolehkan. Tapi kalau ada sebuah perbaikan diberi penghargaan, jangan cari yang negatif-negatid terus. Inikan ada perbaikan ruangan, perbaikan pelayanan. Ini membangun budaya baru," jelas Jokowi.
"Tolong cari yang melayani itu orang yang mudah tersenyum," tambah Jokowi di depan Arahap.
(jor/lh)











































