Kepala Satpol PP DKI, Kukuh Hadi Santoso, mengatakan minimnya jumlah personel di setiap kelurahan menjadi salah satu kendala utama sulitnya menertibkan flyover sebab banyaknya pekerjaan Satpol PP di bidang atau permasalahan lain. "Karena memang di kelurahan itu kan cuma sampai lima atau enam orang Satpol PP," kata Kukuh kepada detikcom kemarin.
Jadi, Kukuh meneruskan, kalau banyak yang harus ditertibkan maka pihaknya menggabungkan unsur personel menjadi satu. Misalnya dengan Jakarta timur dikerahkan dari wilayah lain juga. "SDM yang ada di lima wilayah itu kita optimalkanlah untuk wilayah lain, nanti gantian gitu," katanya menjelaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gado-gadolah pekerjaannya. Tapi bukan berarti saya ini mau lepas tangan, cuci tangan. Setiap aduan dari masyarakat termasuk dari media ini saya terima kasih sekali supaya kita tindak lanjuti," tutur Kukuh.
Lebih lanjut dia menjelaskan, flyover yang menjadi sasaran mangkal para pedagang kaki lima tidak terlepas dari banyaknya warga yang menjadikan tempat tersebut sebagai tempat nongkrong sehingga menarik pedagang kaki lima untuk menjajakan dagangannya.
"Kalau ada banyak orang biasanya PKL serta merta mengikuti. Dengan banyak orang nongkrong berarti otomatis diikuti oleh PKL. Terima kasih banyak saya dikasih tahu," lanjut Kukuh lagi.
Kukuh menambahkan pihaknya dengan kekurangan personel kerap main "kucing-kucingan" dengan para pedagang kaki lima. "Kucing-kucingan. Tidak mungkin menjaga 24 jam karena memang punya tugas yang lain juga, yang di kelurahan dia menjaga kelurahan, yang di kecamatan menjaga kecamatannya," ujar Kukuh menguraikan.
Namun, Kukuh berjanji akan segera menindaklanjuti permasalahan penyalahgunaan flyover melalui berkoordinasi dengan wilayah masing-masing. Sebab, Gubernur DKI Jakarta menginstruksikan bahwa penertiban harus dibarengi dengan jalan keluar. "Jadi Pak Gubernur memerintahkan saya apabila menertibkan dengan solusi."
(brn/brn)











































