Soal Jokowi Dongkrak Elektabilitas PDIP, Puan: Alhamdulillah

Soal Jokowi Dongkrak Elektabilitas PDIP, Puan: Alhamdulillah

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 27 Agu 2013 12:30 WIB
Soal Jokowi Dongkrak Elektabilitas PDIP, Puan: Alhamdulillah
Puan Maharani
Jakarta - Ketua DPP PDIP Puan Maharani tak memungkiri popularitas Jokowi mendongkrak elektabilitas PDIP. Dia menegaskan, Gubernur DKI bernama lengkap Joko Widodo itu memang berhak mengkampanyekan PDIP.

"Alhamdulillahirobbil'alamin kader PDIP ada yang ikut mendongkrak suara PDIP," ucap Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2013).

Puan menegaskan, Jokowi merupakan kader PDIP yang berhak menyukseskan partai. Asalkan, cara-cara yang dilakoni tidak mengganggu tugas kegubernuran pria asal Solo itu. Pada Pemilu Legislatif mendatang, Jokowi juga bisa difungsikan untuk berkampanye.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya tapi harus sesuai aturan. Kepala daerah izin dahulu minimal 2 minggu sebelum kampanye. Karena Pileg ini kan sebagai kader partai Pak Jokowi berhak mengkampanyekan PDIP," tutur putri Ketua Umum PDIP Megawati ini.

Namun demikian, Puan menyatakan kesuksesan PDIP bukan hanya disebabkan oleh Jokowi seorang. Banyak kader-kader PDIP di berbagai daerah yang potensial mendongkrak suara banteng moncong putih.

"Jangan PDIP hanya dikaitkan dengan Pak Jokowi. Kita juga banyak kader yang berpotensi di berbagai daerah. Ada Pak Ganjar, Teras Narang, Cornelis (Gubernur Kalimantan Barat)," ucap Puan.

Hasil survei terkini yang digelar oleh Litbang Kompas menunjukkan peningkatan elektabilitas PDIP secara signifikan. PDIP menyalip Golkar, sementara posisi partai Islam belum menunjukkan tren kenaikan elektabilitas.

PDIP menunjukkan lonjakan suara dari 13,3% pada Desember 2012 menjadi 23,6% di Juni 2013. Elektabilitas Golkar naik perlahan dari 15,4% menjadi 16,0%. Lonjakan signifikan diraih Gerindra dari 6,7% menjadi 13,6%. Partai Demokrat juga mengalami kenaikan dari 9,3% menjadi 10,1% pada survei terakhir pada Juni 2013.

Sementara perolehan suara partai Islam tak menunjukkan greget. PKB mengalami sedikit penurunan dari 5,9% menjadi 5,7%, sementara PKS turun cukup drastis dari 3,5% menjadi 2,2%. PAN juga mengalami penurunan dari 3,3% menjadi 2,5%.

(van/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini