Makin Marak, Penyalahgunaan 'Flyover' untuk Pacaran

"Flyover Cinta" di Jakarta

Makin Marak, Penyalahgunaan 'Flyover' untuk Pacaran

Idham Khalid - detikNews
Selasa, 27 Agu 2013 12:27 WIB
Makin Marak, Penyalahgunaan Flyover untuk Pacaran
Fotografer - Hasan Al Habshy
Jakarta - Lampu jalan tidak begitu terang di jalan lintas atas (flyover) Pasar Rebo Jakarta Timur, Sabtu (24/8) sekitar pukul 18:40 WIB. Lampu-lampu gedung yang menyala dan menguning serta cuaca cerah dengan pancaran sinar bulan menambah indah suasana jalan yang dikenal dengan sebutan "jembatan cinta" itu.

Puluhan pasangan muda-mudi dengan cuek tampak asyik memadu kasih di tengah hiruk pikuk lalu lintas. Mereka berjajar di sepanjang kanan dan kiri ruas flyover dengan sepeda motor yang dirapatkan ke pembatas flyover.

Posisi duduk mereka beragam. Ada yang duduk berdampingan di jok sepeda motor, duduk berhadapan di jok sepeda motor sembari berpelukan, dan ada yang posisi berhadapan dengan salah satu mereka duduk di pembatas flyover sementara pasangannya tetap di jok sepeda motor seraya sesekali mencium wajah pasangannya.

Para pasangan yang kebanyakan berusia remaja itu berpacaran sambil menikmati pemandangan malam Jakarta tak hanya sekadar berbincang dan saling berpegangan tangan belaka. Berpelukan, mengecup kening dan pipi sudah menjadi hal yang lazim di "flyover cinta" tersebut. Bahkan dari penelusurun detikcom pada Sabtu pekan lalu, tak sedikit dari anak baru gede alias ABG itu yang berbuat lebih jauh dari itu.

Di deretan sebelah kiri --jika dari Cijantung-- sebelum 'puncak pas' flyover, seorang perempuan muda mendekatkan wajahnya sambil menciumi leher pasangannya. Setelah itu, si pria pun mengecup kening si gadis dan merebahkan kepala sang gadis di pahanya.

Pasangan lain tampak asyik berpelukan di atas jok sepeda motor sembari memandang ke arah keluar flyover. Kepala si gadis rebah di dada pasangannya dengan posisi tangan si laki-laki melingkar erat di bawah ketiak si gadis dan dihimpit oleh lengan sang gadis.

Adapun pasangan lainnya, si laki-laki terlihat merangkul teman wanitanya. Namun rangkulan tersebut hanya menyisakan siku si pria yang tampak dari belakang, tangannya menjulur ke dalam bagian tubuh sang gadis.

Para pasangan ini seolah tidak mempedulikan di sekelilingnya. Mereka asyik dengan 'dunianya' masing-masing. Anto, 17 tahun, (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan flyover Pasar Rebo menjadi pilihan sebagai tempat pacaran sebab dapat menikmati pemandangan Jakarta yang tampak menarik di malam hari dari ketinggian.

Seperti pasangan lain, detikcom yang telah mengamati Anto sekitar 20 menit sebelum mengajak berbincang, tampak beberapa kali mencium pasangannya dengan tangan yang sesekali menyentuh payudara gadis tersebut. "Di sini romantis karena pemandangannya bagus," ucap Anto berdalih.

Remaja yang baru lulus sekolah menengah atas di Depok, Jawa Barat, ini mengaku ia dan pasangannya tidak merasa risih memadu kasih di tempat yang ramai tersebut. Sebab hal tersebut sudah menjadi sesuatu yang biasa di flyover Pasar Rebo. "Biasa aja. Kalau yang 'lebihnya' kita cari tempat lain," kata Anto blak-blakan.



Pengakuan yang lebih mencengangkan justru keluar dari ucapan sang gadis. Remaja putri ini mengaku mendapatkan sensasi yang lebih berpacaran di tempat tersebut. "Sensasinya, Mas," tutur remaja putri yang masih duduk di kelas dua SMA di Depok itu menimpali.

Pemandangan serupa terpampang jelas di flyover Kalibata, Jakarta Selatan. Di "jembatan cinta" ini puluhan pasangan juga tampak cuek memadu kasih di atas jok sepeda motor di sepanjang lajur flyover.

Brian --bukan nama sebenarnya-- mengaku tidak risih berpacaran meski tidak sekadar berbincang melainkan lebih dari itu memeluk, mencium maupun meraba anggota tubuh gadisnya. "Gimana ya, risih sih nggak ya karena yang lain juga begitu, jadi ya biasa aja," katanya memberi alasan kepada detikcom Sabtu malam pekan lalu.

Pasangan yang berasal dari Halim, Jakarta Timur, ini menyangkal telah rutin berpacaran di flyover yang berada tepat di depan Mal dan Apartemen Kalibata tersebut. Dengan begitu ia tidak merasa mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban umum. "Iseng aja mampir karena lewat sini," ucapnya enteng.

Baik Anto, Brian, dan yang lain-lainnya menganggap hal yang biasa menggunakan flyover sebagai tempat untuk berpacaran dan nongkrong-nongkrong. Mereka tidak merasa melanggar aturan dengan telah menyalahgunakan fungsi flyover.

(brn/brn)


Berita Terkait