Menurut sumber detikcom di internal komite konvensi, Selasa (27/8/2013), nama Tri Rismaharini sempat masuk bursa capres PD, salah seorang anggota komite konvensi mengusulkan nama Risma. Dia dianggap cukup berhasil membenahi Surabaya. Selain itu, dia juga dianggap sebagai wakil perempuan di konvensi capres PD bersama Rustriningsih. Namun keduanya kemudian didrop.
"Sempat masuk namanya, tapi setelah dibahas kemudian didrop," kata sumber tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil survei dengan metode focus group discussion yang melibatkan 100 ahli sebagai juri penilai ini, didapatkan hasil Tri Rismaharani menempati posisi 2 setelah Gubernur DKI Jakarta Jokowi.
Risma bersama 13 kandidat kepala daerah lainnya dinilai melalui 10 aspek yakni integritas, intelektualitas, visioner, gaya kepemimpinan, pengalaman prestastif, keberanian mengambil keputusan, komunikasi publik, aspiratif dan responsif, penerimaan publik dan penerimaan partai. Tri Rismaharani mendapat total skor 76,33 persen.
Berikut skor total 10 figur terbaik hasil survei Pol-Tracking Institute pada Mei 2013 lalu:
1. Jokowi (82,54 persen)
2. Tri Rismaharani/Walkot Surabaya (76,33)
3. Fadel Muhammad/Eks Gubernur Gorontalo (70,38)
4. Syahrul Yasin Limpo/ Gubernur Sulsel (70,31)
5. Isran Noor/Bupati Kutai Timur (70,14)
6. Gamawan Fauzi/Eks Gubernur Sumbar (70,01)
7. Agustin Teras Narang/Gubernur Kalteng (69,93)
8. Herry Zudianto/Wali Kota Yogyakarta (69,78)
9. Sinyo Harry Sarundajang/Gubernur Sulut (68,39)
10. Djarot Syaiful Hidayat/Wali Kota Blitar (68,38)
(van/trw)










































