"Enggak, biasa aja," kata Ical di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (26/8/2013).
Nama Ical sendiri di survei Litbang Kompas mulai merangkak naik. Bahkan kini namanya bertengger di atas Megawati Soekarnoputri.
Survei sosok pilihan publik ini diselenggarakan oleh Litbang Kompas pada kisaran 26 November-11 Desember 2012 dan 30 Mei-14 Juni 2013. Sebanyak 1.400 responden berusia minimal 17 tahun dipilih secara acak bertingkat di 33 provinsi. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error +- 2,6 persen.
Di suvei ini, elektabilitas Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menurun dari 9,3% di Desember 2012 menjadi 8,0% di Juni 2013. Sementara elektabilitas capres Golkar Aburizal Bakrie mengalami lonjakan. Elektabilitas Ical yang hanya sekitar 5,9% di Desember 2012 naik menjadi 8,8% di Juni 2013, membuat Ical menyalip elektabilitas Mega.
"Alhamdulilah. Kita target terus," jawab Ical.
"Ya kalau mau jadi presiden, harus bisa mendapatkan 50 persen plus satu, dalam putaran pertama atau kedua," tandasnya.
(mok/tor)










































