Tangki BBM PLN Pontianak Meledak

Tangki BBM PLN Pontianak Meledak

- detikNews
Senin, 26 Agu 2013 16:48 WIB
Pontianak - Tangki penyalur bahan bakar minyak (BBM) Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Sungai Raya milik Perusahaan Listrik Negara cabang Pontianak meledak, Senin (26/8/2013) pukul 14.30 WIB.

Ledakan keras ini membuat panik karyawan PLN wilayah Kalimantan Barat yang tengah bekerja. Para karyawan memilih meninggalkan ruang kerja dan memilih berada di luar gedung.

"Ledakan terdengar begitu keras, kami belum tahu penyebabnya, karena masih dalam penyelidikan," kata Deputi Manager Komunikasi dan Hukum PT PLN Wilayah Kalimantan Barat, M Doing, kepada detikcom di lokasi kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ledakan keras yang menimbulkan percikan api ini sempat mengeluarkan kepulan asap hitam disertai gumpalan nyala api.

Belasan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang dikhawatirkan merembet ke mesin pembangkit listrik tenaga diesel yang tengah menyala. Satu jam upaya pemadaman, akhirnya dapat api berhasil dipadamkan.

Akibatnya ledakan keras di tangki penyimpanan bahan bakar ini, layanan listrik sempat mengalami gangguan dengan adanya pemadaman selama satu jam.

"Kami jamin tidak ada gangguan pasokan listrik yang berarti akibat kejadian ini, termasuk kami jamin tidak ada pemadaman bergilir," ujar M. Doing.

Ledakan disertai kebakaran ini membuat tangki penyimpanan BBM ini nampak mengalami kerusakan cukup parah. Dinding tangki yang terbuat dari besi baja terkoyak.

"Saat peristiwa ledakan terjadi, mesin pembangkit listrik tenaga diesel sedang mati," terang Pejabat Pelaksana Harian Set Manager PT Arti Duta Aneka, Fadilah, kepada detikcom. Perusahaan tersebut merupakan rekanan PT PLN.

Fadilah menambahkan tangki itu berisi MFO (marine fuel oil) yang merupakan bahan bakar utama Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel PLN Wilayah Kalimantan Barat.

"Muatan full secara total tangki ini berisi 150 KL, namun yang terisi saat kejadian 78 KL," ujar Fadilah.

Sedangkan untuk penyebab ledakan sementara kemungkinan terjadi overheating namun saat kejadian tidak ada kebocoran.

"Pekerjaan pemasangan voltmeter sudah hampir selesai, dan saat itu dalam posisi off," tegasnya.

"Pemasangan voltmeter jauh dari line deleting di level 13 setengah dan sudah diputus," terangnya lagi.

Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini. Namun akibat insiden ini kemungkinan pasokan listrik di wilayah Pontianak dan sekitarnya kembali terganggu atau pemadaman. Ledakan tangki Penyimpanan Bahan bakar PT. PLN ini belum pernah terjadi, dan kejadian ini yang pertama kalinya.

(nrl/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads