Forum Rektor Tolak Globalisasi Pendidikan
Senin, 01 Nov 2004 17:57 WIB
Jakarta -
Forum Rektor Indonesia menyampaikan penolakan atas globalisasi pendidikan yang akan diberlakukan oleh World Trade Organization (WTO) melalui program General Agreement on Trade on Services (GATS) mulai tahun 2005.Penolakan tersebut disampaikan Forum Rektor kepada Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo di Depdiknas, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (1/11/2004) sore."Kita tidak ingin pendidikan diperlakukan sebagai barang," kata Zulkifli Husein, jubir Forum Rektor yang juga Rektor Universitas Bengkulu kepada wartawan usai bertemu Mendiknas.Menurut Zulkifli, Indonesia belum bisa bersaing dengan negara lain dalam hal pendidikan. Untuk itu Forum Rektor menolak bila universitas asing membuka cabang, maupun kehadiran fisik lainnya di Indonesia."jika globalisasi pendidikan diberlakukan, Indonesia akan diserbu berbagai lembaga pendidikan asing karena Indonesia tergolong negara yang memiliki pasar yang besar. Sedangkan kita belum siap bersaing," kata Zulkifli.Zulkifli menambahkan, negara-negara maju di Eropa juga menolak menjadikan pendidikan tinggi sebagai komoditas jasa, seperti diatur dalam GATS tersebut."Tetapi kita tetap menerima kerjasama dalam bentuk join venture. Menteri juga setuju, kalau sifatnya tidak seratus persen, itu mungkin bisa, karena nantinya ada transfer acknowledge," demikian Zulkifli Husein.
(fab/)










































