Berkaca dari Rudi, Golf Harus Dilarang untuk Penyelenggara Negara

Berkaca dari Rudi, Golf Harus Dilarang untuk Penyelenggara Negara

- detikNews
Senin, 26 Agu 2013 16:05 WIB
Jakarta - Golf diakui Rudi Rubiandini menjadi cikal bakal dia menerima suap. Lewat golf lobi-lobi dilakukan. Karenanya muncul desakan, agar penyelenggara negara dilarang main golf.

"Golf itu olahraga high class yang tidak mungkin orang berpenghasilan rendah mampu membayar sewa lapang, beli stick golf, dan embel-embel lainnya," kata Peneliti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Jamil Mubarok, saat dihubungi, Senin (26/8/2013).

Menurut Jamil, saat penyelenggara negara hendak bermain golf, mau tidak mau dia harus mencari penghasilan tambahan. Uang pun dicari dengan segala macam cara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Golf kerap kali dijadikan ajang lobi-lobi, termasuk transaksi-transaksi, jika penyelenggara ada di arena tersebut, sangat besar kemungkinannya desakan untuk lakukan abuse atas kekuasaan yang sedang disandangnya," ujarnya.

Rudi ditangkap KPK karena diduga menerima suap atas dari Kernel Oil untuk tender minyak. Kini mantan kepala SKK Migas itu mendekam di rutan KPK selama menunggu proses penyidikan oleh KPK.

"Kalau saya tidak main golf pasti juga tidak akan seperti ini," ujar tersangka dugaan suap SKK Migas, Rudi Rubiandini, dengan mengelus dada kepada wartawan ESDM di tahanan KPK.

(rna/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads