Keributan anggota ormas dengan keluarga di Jalan Haji Taba, Duren Sawit, Jaktim, dipicu masalah sepele. Asdari tak terima ditegur lantaran burung merpati peliharaanya dianggap mengganggu tetangga.
Maisaroh (50) menjelaskan, keributan yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (25/8/2013) bermula dari teguran anaknya bernama Agay terhadap Asdari.
Agay menegur karena burung peliharaan Asdari yang masuk dan mengotori lingkungan rumahnya. Rumah Maesaroh dan Asdari yang masih bersaudara ini, bersebelahan di RT 05/ RW 26.
Β
Menurut Maisaroh, putranya itu langsung mendatangi rumah Asdari. Asdari yang tidak berada di rumah sedang berkumpul dengan kawannya sesama anggota ormas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota ormas FBR yang datang langsung mencecar Maisaroh. "Bilang ke saya, ibu ngapain negur Asdari," ujar Maisaroh menirukan perkataan kawan Asdari yang mendatangi rumahnya.
Maisaroh langsung menjelaskan, anaknya menegur karena burung peliharaan Asdari mengotori rumahnya. "Kotoran burung kan bisa sakit," ujarnya.
Seketika itu pula kawan Asdari memukuli putra Maesaroh, Agay. Tak terima Agay dipukuli, ketiga saudaranya yakni Adi (17), Asep (32) dan Burhan (38) berusaha membantu.
"Mau bantuin Agay, malah digebukin juga," ujarnya.
Keempat saudara kandung ini pun babak belur dipukuli. Mereka dilarikan ke RS Yadika untuk mendapat perawatan medis.
"Ada luka di kepala, di hidung," ujar Maisaroh.
Tak berselang lama, polisi datang ke lokasi. Para pengeroyok pun digelandang ke Polsek Duren Sawit.
(bag/fdn)











































