PDIP Jateng Amankan Pengurus Bawahnya dari Aksi Kwik
Senin, 01 Nov 2004 16:13 WIB
Semarang - Gerakan Pendukung Pemurnian dan Pembersihan Partai (GP4) yang digulirkan Kwik Kian Gie membuat pengurus daerah PDIP was-was juga. Di Jateng, pengurus sedikit demi sedikit mulai mengamankan pengurus bawahnya dari pengaruh gerakan tersebut."Seluruh pengurus dari DPD sampai ranting, tidak akan ada yang terbawa arus gerakan Kwik. Karena yang dilakukan Kwik itu tidak sesuai dengan aturan partai, hanya penggembosan," kata Ketua DPD PDI-P Jateng Murdoko kepada wartawan di kantornya, Gedung Berlian, Jl. Pahlawan Semarang, Senin (1/11/2004).Murdoko menilai apa yang dilakukan Kwik merupakan gerakan pemecahbelahan internal partai. Dirinya yakin manuver itu tidak akan efektif. Apalagi jika mekanisme yang digunakan tidak ada dalam AD/ ART PDIP.Lelaki yang juga Ketua DPRD Jateng ini menyatakan, seluruh pengurus DPC mulai ketua sampai bendahara sudah pernah dikumpulkan. Dari pertemuan itu, pihaknya yakin PDI-P Jateng masih solid. Belum ada satu pun daerah yang menyatakan pro Kwik secara langsung."Rencananya sesudah lebaran, kami akan mengundang mereka (pengurus DPC) minimal se-eks karisidenan. Mereka akan langsung diberi arahan oleh Bu Mega. Bu Mega sudah menyatakan siap datang," tandasnya.Ketika ditanya soal berdirinya GP4 di Solo, Murdoko membantah gerakan itu dilakukan oleh kader PDI-P. Menurutnya, gerakan itu hanya dilakukan orang-orang kecewa karena tidak menjadi anggota legislatif pada pemilu lalu."Jika ada pengurus yang terlibat dalam gerakan itu (GP4) kami akan tindak secara tegas. Bisa melalui peringatan, skors, dan atau pemecatan," tutur Murdoko.Murdoko menilai kesalahan utama Kwik adalah membuat gerakan pemisahan dari partai. "Kalau cuma otokrotik, atau beda pendapat itu bisa diterima. Tapi kalau sudah sampai membuat gerakan sampai bertujuan KLB segala, itu sudah menyimpang," paparnya panjang lebar.
(nrl/)











































