SBY Larang Bawahannya Penuhi Undangan DPR

SBY Larang Bawahannya Penuhi Undangan DPR

- detikNews
Senin, 01 Nov 2004 16:03 WIB
Jakarta - Presiden SBY tak mau terlibat dalam ontran-ontran dua kolisi di DPR. Karena itu, Presiden SBY menginstruksikan kepada semua menteri, semualembaga pemerintahan non-departemen, Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung, untuk sementara waktu, tidak menghadiri undangan yang dikirimkan oleh DPR sampai DPR menyelesaikan masalah internalnya dengan baik.Hal itu disampaikan oleh Mensesneg Yusril Ihza Mahendra di kantor presiden usai mendampingi Ketua MK Jimly Asshiddiqi bertemu dengan Presiden SBY, Senin (1/11/2004).Yusril menjelaskan, pemerintah mengikuti dengan cermat dinamika perkembangan yang terjadi di DPR, terutama akhir-akhir ini yaitu mengenai perubahan Tatib dan pemilihan pimpinan komisi dan badan-badan di DPR."Pemerintah menghormati keputusan yang dicapai DPR sesuai dengan konstitusi kita. Pemerintah tidak akan mencampuri apa yang terjadi di DPR. Dan pemerintah berharap agar DPR segera menyelesaikan persoalan internal di DPR secara bijaksana dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan yang ada di DPR. Pemerintah percaya dinamika berujung pada kompromi yang bisa diterima oleh semua pihak di DPR," urai Yusril.Dikatakannya, perkembangan di DPR membawa dampak dalam kerjasama antara pemerintah dan DPR. Yuril menyatakan, Presiden menggariskan, untuk sementara ini, pemerintah bersikap menunggu perkembangan yang terjadi di DPR sampai masalah ini terselesaikan dengan baik. Dan hubungan kemitraan pemerintah dengan DPR sesuai konstitusi dapat dilaksanakan secara normal."Hari ini saya atas nama presiden akan menyampaikan surat kepada semua menteri, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan lemabga pemerintah non-departemen untuk sementara waktu menunggu perkembangan di DPR sampai dapat diselesaikan dengan baik. Barulah setelah itu kita memulai hubungan kemitraan, kerjasama antara pemerintah dengan DPR," ungkap Yusril."Oleh karena itu, kita belum akan dapat menghadiri undangan komisi-komisi DPR untuk memberikan kesempatan DPR sehingga tercipta suasana kondusif," tandas Yusril.Politisi PPB ini juga menekankan, pemerintah tidak mencampuri dan tidak terlibat dalam dukung-mendukung salah satu kelompok atau tidak mendukung kelompok lain. "Pemerintah berharap itu diselesaikan secara baik," kata Ysuril.Apakah sudah ada menteri yang mendapat undangan dari DPR untuk sidang kamisi? "Belum. Tapi kita mendengar DPR akan mengundang 1-2 menteri untuk rapat. Presiden menggariskan kita menunggu DPR menyelesaikan masalah internalnya," jawab Yusril.Bagaimana jika diundang salah satu koalisi di DPR? "Kita tidak melihat persoalan dua koalisi di DPR. Pemerintah tetap pada posisi yang sulit dan kita tetap menunggu sampai masalah itu selesai," demikian Yursil. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads