"Itu terlalu dipaksakan, sembrono. Itu kan nggak boleh, mestinya konfirmasi dong. Itu hanya cerita satu orang saja Wafid Muharam," jelas Rizal saat dikonfirmasi, Sabtu (24/8/2013).
Rizal menjelaskan, Wafid sudah terkena kasus wisma atlet, tentu bisa apa saja dia katakan guna menjerat yang lain. Semua dilempar ke atasannya.
"Soal uang Rp 600 juta yang diminta Mahyudin (MNS-red), itu kan mestinya dia konfirmasi dulu ke Andi, apa benar ada permintaan uang ini. Itu jadi hanya pengakuan sepihak. Ini audit dipaksakan. Wafid mengalihkan kesalahan dia," terangnya.
Rizal akan membongkar isi audit BPK pada Senin (26/8) siang di kantornya di Freedom Institute. Rizal juga menyampaikan, soal adiknya Choel yang meminta fee 15 persen tidak benar. Tidak mungkin seorang adik menteri bisa mengatur proyek di kementerian.
"Bagaimana mungkin itu proyek diatur adik menteri. Dari awal, Wafid itu sudah memegang urusan proyek. Coba diperhatikan isi audit itu," jelasnya.
(ndr/van)











































