Didorong Ikut Konvensi Capres PD, Ini Jawaban Din Syamsuddin

Konvensi Capres PD

Didorong Ikut Konvensi Capres PD, Ini Jawaban Din Syamsuddin

Brury Susanto - detikNews
Sabtu, 24 Agu 2013 14:32 WIB
Didorong Ikut Konvensi Capres PD, Ini Jawaban Din Syamsuddin
Jakarta - Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku didorong ikut konvensi capres PD. Din pun menyikapinya dengan bijak.

Peserta Konvensi untuk menentukan calon presiden dari Partai Demoktrat, hingga kini keputusan masih belum dinyatakan final. Siapa pun bisa masuk daftar peserta Konvensi tersebut.

Salah satunya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin yang dikenal Din Syamsuddin, mendapatkan tawaran untuk menghadiri Komite Konvensi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus terang, dengan posisi saya sekarang sebagai orang di Muhammadiyah. Tidak boleh ikut dalam bentuk kegiatan Komite Konvensi apapun. Karena, saya bukan dari bagian partai politik," kata Din Syamsuddin kepada sejumlah wartawan, saat menghadiri acara Wisuda Diploma Satu Pendidikan Kemuhammadiyahan, Sabtu (24/08/2013).

Apabila ada partai yang mendesak agar tokoh dari Muhammadiyah maju dalam pencalonan Presiden, lanjut Din, maka harus melakukan prosedur dan aturan yang berlaku di Muhammadiyah. Terutama harus minta izin pada Muhammadiyah sendiri.

"Kecuali saya pribadi minta izin pada muhammadiyah. Kalau muhammadiyah tidak mengizinkan, maka saya harus taat. Apabila, dari Muhammadiyah mendukung baru saya baru boleh mengikutinya,”ujar dia.

Namun, masih kata Din Syamsudin, yang lebih penting adalah masalah pimpinan yang sebentar lagi masa memasuki pemilhan presiden 2014. Masyarakat Muhammadiyah harus bersikap netral untuk mencari pemimpin bangsa.

"Tahun 2014 yang paling penting. Karena, harus mencari pemimpin baik dan bisa menyelesaikan segala masalah urusan yang ada di Indonesia. Serta membangkitkan semangat kembali masyarakat Indonesia, jangan sampai berpengaruh dengan adanya janji," kata Din.

"Yang paling penting dalam tahun 2014 ini adalah mencari kepimpinan yang baik dan bisa menyelesaikan segala urusan yang ada di Indonesia dan membangkitkan kembali masyarakat. Jangan sampai berpengaruh dengan adanya opini yang ada," pungkasnya.

(bdh/van)


Berita Terkait