Beragam profesi ada di Jakarta, mulai dari Presiden hingga pelaku kiriminal. Namun profesi pemulung di Jakarta menjadi perhatian Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al-Jufri.
Ia rela berpanas-panasan di bawah teriknya matahari saat melihat-lihat pemukiman bedeng pemulung di Jalan Lebak Bulus V, Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (24/8/2013). Satu payung yang dibawa ajudannya tak bisa menghalau terik surya di kepala sang menteri.
Sesekali, menteri yang juga politisi dari PKS ini menyapa pemulung yang sedang merapikan botol-botol plastik di depan bedeng tripleknya. Mensos tak menghiraukan larangan sang pemilik bedeng ketika hendak dihampiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mensos malah menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Ijum dan suaminya. Obrolan sekitar 2 menit mencairkan kecanggungan Ijum saat berhadapan dengan Mensos.
Kemudian Mensos kembali melihat-lihat gunungan sampah plastik yang dikumpulkan sekitar 200 pemulung di kawasan tersebut. Ia tak ragu mengambil beberapa gelas plastik untuk dibawa ke tempat pengolahan sampah plastik yang berada di pojok pemukiman itu.
"Saya sangat prihatin, cuaca panas, kondisi kebersihan di sini semua tidak sehat. Tadi cukup menarik, ternyata Pemda DKI akan membuat waduk di sini. Dibebasin sekitar 3 hektar jadi waduk. Jika itu terjadi cukup bagus," ujar Mensos yang tampak berkeringat.











































