"Alhamdulilah, posisi Malaysia dan Indonesia serupa. Yang intinya kita berharap agar permasalahan di Mesir bisa diselesaikan secara damai menuju ke rekonsiliasi nasional. Kemudian bisa dicegah jatuhnya korban jiwa yang semestinya bisa dicegah dan kami baik Malaysia dan Indonesia tentu tidak ingin mencampuri urusan dalam negeri Mesir," ujar SBY dalam jumpa pers di halaman Kantor Presiden,.Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (23/8/2013).
Presiden SBY juga menelepon Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa yang sedang berada di Kanada. Marty menceritakan perkembangan terakhir situasi Mesir, setelah pembicaraan dengan beberapa menteri sewaktu bertemu di Markas PBB, New York, beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan ini Presiden juga menyatakan dukungan penuhnya atas lima butir pernyataan yang disampaikan oleh Grand Syech Universitas Al-Azhar Ahmed Al-Tayeeb terkait kerusuhan di Mesir.
"Harapan saya betul-betul terjadi keadaan politik yang damai, dan situasi di Mesir bisa diselesaikan secara damai," ujar Presiden.
Adapun kelima butir yang disampaikan Syech Ahmed adalah, pertama, perlu rekonsiliasi nasional di Mesir. Kedua, pihak militer menahan diri untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa. Ketiga, pihak Ikhwanul Muslimin juga agar melakukan aksinya dengan damai dan menjauhi kekerasan. Keempat, mencegah perusakan rumah ibadah seperti gereja dan rumah ibadah lainnya. Kelima, menolak campur tangan pihak asing masuk ke Mesir dengan membawa kepentingannya sendiri.
(mpr/ahy)











































