"Iya diberikan beasiswa oleh polri, Insya Alloh sampai dewasa," kata Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Polisi Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mabes POlri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (23/8/2013).
Boy mengatakan, Polri menilai keduanya sebagai pahlawan yang gugur dalam perang. Nasib anak-anak mereka akan menjadi perhatian khusus bagi Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ipda Anumerta Kus ditembak pria tak dikenal saat melintas di Jl Graha Raya, dekat Mapolsek Pondok Aren. Saat itu dia hendak mengikuti apel Cipta Kondisi. Sedangkan Aipda Anumerta Maulana ditembak oleh pelaku yang sama saat hendak melakukan penangkapan di lokasi yang sama. Saat itu dia sedang patroli.
Ipda Kus meninggalkan tiga orang anak. Si bungsu Chesta yang baru duduk di kelas 1 SD. Sedang dua anaknya yang lain, yang satu baru lulus SMA dan yang satu lagi duduk di kelas 2 SMA. Aipda Ahmad meninggalkan tiga anak. Satu duduk di bangku SMP, SD dan yang ketiga masih bayi.
(slm/ahy)











































