Cuaca Buruk, Bisa Terjadi Longsor Susulan di Jalisum
Senin, 01 Nov 2004 15:06 WIB
Padang - Jalan raya lintas Sumatera (Jalisum) yang sejak pukul 02.00 WIB dinihari kemarin lumpuh karena longsor di Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Sumatra Barat (Sumbar), siang ini mulai berangsur normal. Meski baru sebagian badan jalan yang berhasil dibuka dari timbunan longsor, hal itu cukup untuk melepaskan ratusan mobil yang sebelumnya terjebak macet."Alhamdulillah, lalu lintas di sini sudah berangsur normal. Ratusan kendaraan dari arah Selatan menuju Utara dan sebaliknya, yang sampai sore kemarin tak bisa lewat sama sekali, kini sudah bergerak meski baru satu arah secara bergantian," ujar Wakapolres Sijunjung Komisaris Yusuf Hondawan Naibaho, ketika dihubungi detikcom melalui ponselnya, Senin (1/11/2004).Dikatakan Yusuf, sampai pukul 14.00 WIB siang ini, sekitar 60 petugas Polres Sawahlunto Sijunjung serta puluhan aparat dari dinas terkait lainnya masih berupaya membersihkan seluruh badan jalan dari bekas timbunan longsor. Di samping itu, sekitar 6 unit alat berat juga masih terus dioperasikan.Petugas yang bekerja di lapangan nyaris belum beristirahat sejak diterjunkan ke lokasi kejadian. "Kita berjanji akan tetap stand by dan memonitor perkembangan di lokasi karena ditakutkan akan ada longsor susulan," ujarnya.Yusuf mencemaskan, bila hujan lebat kembali mengguyur lokasi kejadian, besar kemungkinan longsor susulan akan terjadi. Apalagi, sejak kemarin cuaca di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung selalu diliputi awan tebal. "Kita sudah minta para pengguna jalan dan masyarakat agar waspada karena kemungkinan terjadinya longsor susulan sangat besar," demikian Yusuf.Seperti diberitakan, jalan raya lintas Sumatera sejak pukul 02.00 WIB kemarin terputus karena longsor di Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Sumatra Barat (Sumbar), sekitar 132 km dari Kota Padang.Longsor yang terjadi akibat hujan lebat ini, terjadi di dua titik, yaitu di kilometer 131,55 dan kilometer 132,75 dari Kota Padang. Akibatnya, ribuan kendaraan dari arah selatan (Lampung, Sumsel dan Jambi) menuju utara (Sumbar, Sumut dan Aceh) maupun sebaliknya sampai sore kemarin, tak bisa lewat sama sekali.
(nrl/)











































