2 Hari Diperiksa Polisi Soal Penjambretan Sisca, Yadi Mengaku Tertekan

2 Hari Diperiksa Polisi Soal Penjambretan Sisca, Yadi Mengaku Tertekan

Avitia Nurmatari - detikNews
Jumat, 23 Agu 2013 18:36 WIB
2 Hari Diperiksa Polisi Soal Penjambretan Sisca, Yadi Mengaku Tertekan
Bandung - Yadi (17), mengaku ketakutan saat dimintai keterangan sebagai saksi oleh polisi terkait kasus yang menyebabkan tewasnya Branch Manager PT Verena Multi Finance, Sisca Yofie (34). Yadi berada di kantor polisi selama dua hari.

Menurut Yadi, polisi datang menemui Yadi di Pos Satpam di Jalan Sindang Sirna Elok sekitar dua hari setelah lebaran atau hari Sabtu (10/8/2013). Polisi datang sekitar pukul 19.00 WIB.

"Polisi tahunya saya saksi dari Pak Toni. Setelah melihat berita, Pak Toni bilang ke polisi kalau saya lihat. Lalu hari Sabtu ada polisi datang jemput saya, sekitar 5 orang," ujar Yadi saat ditemui di Pos Satpam, Jalan Sindang Sirna, Jumat (23/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yadi mengaku sempat kaget dengan kedatangan polisi. Sebelum akhirnya Yadi dibawa ke Mapolrestabes Bandung, di pos satpam tersebut Yadi juga sempat dicecar pertanyaan soal kejadian oleh polisi.

"Polisi datang sekitar jam 7 malem. Saya ditanya-tanya sama polisi. Lalu saya dibawa ke TKP dulu, setelah itu baru dibawa ke Polres," ujarnya.

Di Mapolestabes, Yadi dicecar pertanyaan yang sama terkait kesaksiannya melihat kejadian pelaku dan Sisca di Jalan Setra Indah Utara Kota Bandung.

"Saya cukup lama di sana, dua malam. Selama di sana dicecar pertanyaan, sama banyak polisi. Saya bingung ngejawabnya karena semua bertanya pada saat yang bersamaan. Jadi saya iya-iya saja," ujar Yadi sambil menyebut ada sekitar 10 orang polisi yang bertanya kepadanya.

Selama 'menginap' di kantor polisi, Yadi mengaku diperlakukan dengan baik. Bahkan Yadi diberi makan. Namun Yadi merasa tidak tenang. "Saya enggak tenang. Takut salah bicara," ujarnya.

Yadi mengaku sempat ditakut-takuti oleh polisi jika tidak mau membantu memberikan keterangan. "Saya sudah ditakut-takuti. Katanya kalau enggak mau ngebantuin, nanti dicekik (almarhum Sisca-red). Ah, saya kira enggak akan mungkin," ungkapnya.

Yadi menyayangkan banyak saksi yang berbicara ke publik saat pelaku sudah ditemukan. Sementara saat pelaku belum ditangkap, tidak ada saksi yang berbicara.

"Sebelum pelaku ketemu pada diam. Sekarang banyak saksi-saksi yang berbicara. Awal-awal hanya saya yang dicecar polisi," ungkapnya.

(avi/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini