Mengenang Lezatnya Ikan Lele di Setu Rawa Badung Cakung

Situ dan Waduk di Jakarta

Mengenang Lezatnya Ikan Lele di Setu Rawa Badung Cakung

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jumat, 23 Agu 2013 17:54 WIB
Mengenang Lezatnya Ikan Lele di Setu Rawa Badung Cakung
Situ Rawa Badung (Edward/ detikcom)
Jakarta - Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk Jakarta, kini hanya segelintir orang yang tahu asal usul Setu Rawa Badung yang terletak di daerah Cakung. Selain itu tanaman teratai dan ikan lelenya yang terkenal lezat sudah hilang termakan zaman.

"Semua sudah hilang bahkan sejarah Situ Rawa Badung tinggal kenangan saja," ujar ketua RW 08, Yasin saat ditemui detikcom di rumahnya, Cakung, Jumat (23/8/2013).

Menurutnya, dahulu Setu Rawa Badung memiliki air yang jernih dan bersih. Setu itu pun banyak ditumbuhi bunga teratai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dulu jenih bening di tengah-tengah rawa ada bunga teratai, kelopaknya bisa dipetik dan dijual di pasar. Tapi setelah tahun 1994-1995 air mulai tercemar," tuturnya.

Selain bersih, Setu Rawa Badung merupakan sumber mata air yang dari tahun ke tahun airnya tidak pernah kering mesti musim kemarau tiba. Bahkan setiap tahunnya warga memiliki tradisi untuk menjaring ikan.

"Mereka mencari ikan dengan menjala. Bukan warga sini aja, tapi warga kampung lain," imbuhnya.

Yasin mengatakan ikan-ikan di Setu Rawa Badung sangat terkenal akan kelezatannya.

"Banyak Ikan lele, gabus, dan betok. Apalagi lele Situ rawa badung terkenal kalau sudah kepatil lele dan betok patok sangat dikenal gurih, tapi sekarang air sudah hitam. Ikan juga pada nggak betah," tuturnya.

Situ Rawa Badung dahulu juga terkenal karena memiliki sebuah pohon waru yang doyong ke rawa. Sehingga saat itu warga menyebutnya Rawa Waru Doyong. Nama tersebut berubah ketika jalan Dr KRT Rajiman Widyodiningrat dibangun.

"Karena setu itu dekat dengan kampung Rawa Badung warga lebih sering manggil jadi Setu atau danau Rawa Badung," tandasnya.

(edo/)


Berita Terkait