"Semua sudah hilang bahkan sejarah Situ Rawa Badung tinggal kenangan saja," ujar ketua RW 08, Yasin saat ditemui detikcom di rumahnya, Cakung, Jumat (23/8/2013).
Menurutnya, dahulu Setu Rawa Badung memiliki air yang jernih dan bersih. Setu itu pun banyak ditumbuhi bunga teratai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bersih, Setu Rawa Badung merupakan sumber mata air yang dari tahun ke tahun airnya tidak pernah kering mesti musim kemarau tiba. Bahkan setiap tahunnya warga memiliki tradisi untuk menjaring ikan.
"Mereka mencari ikan dengan menjala. Bukan warga sini aja, tapi warga kampung lain," imbuhnya.
Yasin mengatakan ikan-ikan di Setu Rawa Badung sangat terkenal akan kelezatannya.
"Banyak Ikan lele, gabus, dan betok. Apalagi lele Situ rawa badung terkenal kalau sudah kepatil lele dan betok patok sangat dikenal gurih, tapi sekarang air sudah hitam. Ikan juga pada nggak betah," tuturnya.
Situ Rawa Badung dahulu juga terkenal karena memiliki sebuah pohon waru yang doyong ke rawa. Sehingga saat itu warga menyebutnya Rawa Waru Doyong. Nama tersebut berubah ketika jalan Dr KRT Rajiman Widyodiningrat dibangun.
"Karena setu itu dekat dengan kampung Rawa Badung warga lebih sering manggil jadi Setu atau danau Rawa Badung," tandasnya.
(edo/)










































