Koalisi Kebangsaan Rapat Komisi, Kerakyatan Gelar Paripurna
Senin, 01 Nov 2004 14:26 WIB
Jakarta -
Makin lama, kisruh di DPR ini makin menggelikan. Lima fraksi yang tergabung dalam Koalisi Kerakyatan menggelar sidang paripurna, sedangkan lima fraksi yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan rapat komisi. Sidang paripurna Koalisi Kerakyatan tidak dihadiri Sekjen atau staf Setjen DPR. Rapat paripurna Koalisi Kerakyatan digelar di Gedung Nusantara V, gedung DPR/MPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/11/2004). Gedung Nusantara V ini biasanya digunakan untuk paripurna DPD. Rapat paripurna dibuka sekitar 13.45 WIB, oleh pimpinan sidang Arif Mudatsir dari F-PPP. Arif didampingi oleh Syarif Hasan dari FPD, Zuklifli Halim dari F-PAN, Mustafa Kamala dari FPKS, dan Ardi Mohammad dari FPBD sebagai pimpinan sidang. Tidak seperti rapat paripurna biasanya, tidak ada absensi untuk anggota DPR dari Koalisi Kerakyatan yang hadir. Selain itu, juga tidak terlihat Sekjen DPR atau staf setjen DPR yang memfasilitasi rapat itu. Sampai pukul 14.15 WIB, rapat paripurna ini dihadiri oleh lebih dari seratus anggota DPR. Setelah dibuka, Arif Mudatsir membacakan agenda rapat. Pertama, mengukuhkan nama-nama anggota Kelompok Fraksi (poksi). Kedua, meminta seluruh gabungan Poksi untuk rapat sesuai lingkup kerja masing-masing. Ketiga, penandatanganan mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPR. Sebelum membahas agenda pertama, salah seorang anggota DPR dari FPBD, Idealisman Dachi melakukan interupsi. "Rapat paripurna itu biasanya dihadiri oleh tim kesekjenan. Saya minta kepada pimpinan agar secara resmi rapat ini dihadiri oleh sekjen. Begitu pula setuap kegiatan kita nantinya. Karena kita sah," kata Idealisman. Atas interupsi ini, Arif Mudatsir menjawab, "Rapat ini sudah diketahui Sekjen DPR. Antara lain, izin tempat kita sekaang sudah disetujui secara resmi. Tapi, usul tadi akan diperhatikan."Idealisman masih tidak terima. Dia pun meminta agar pimpinan sidang bisa menghadirkan sekjen DPR saat ini juga. Akhirnya, Arif memberikan penjelasan, "Ini bukan rapat paripurna tandingan DPR. Ini rapat gabungan yang tujuannya mengefektifkan kegiatan yang akan kita lakukan nanti." Rapat Komisi Versi Koalisi Kebangsaan Sementara itu, lima fraksi yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan, yaitu FPDIP, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDS, Fraksi Bintang Reformasi, dan Fraksi Kebangkitan Bangsa menggelar sidang komisi. Namun, karena sidang komisi tidak dihadiri para anggota DPR dari Koalisi Kerakyatan, maka yang hadir dalam komisi juga tampak sedikit. Dari pantauan detikcom, setidaknya ada lima komisi yang sudah melakukan rapat internalnya. Yaitu, komisi I, II, IV, VII, dan X. Mereka menggelar rapat komisi di ruang komisi masing-masing. Berbeda dengan rapat paripurna yang digelar Koalisi Kerakyatan, rapat komisi yang digelar Koalisi Kebangsaan ini dihadiri oleh staf Setjen DPR. Termasuk, buku absensi anggota komisi juga telah disediakan Setjen DPR. Dalam rapat komisi hari ini, agenda masing-masing komisi hampir sama, yaitu perkenalan antara anggota dan pimpinan komisi. Selain itu, mereka juga mengesahkan jadwal dan agenda kerja. Bahkan, khusus untuk Komisi I, sudah membahas surat pengurudan diri Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Rapat paripurna Koalisi Kerakyatan dan rapat komisi Koalisi Kebangsaan ini, sejauh ini masih tampak sama-sama serius. Sampai kapan hal ini akan terjadi?
(asy/)










































