Menteri PU Laporkan Kekayaannya ke KPK

Menteri PU Laporkan Kekayaannya ke KPK

- detikNews
Senin, 01 Nov 2004 14:08 WIB
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia melaporkan harta kekayaannya. Tapi Joko enggan menyebut jumlah harta kekayaannya. "Terserah KPK yang mengumumkannya. Pokoknya saya sudah," kata Joko singkat kepada wartawan saat diminta mengumumkan harta kekayaannya di gedung KPK, Jalan Veteran, Jakarta, Senin (1/11/2004). Menteri Proyek (sebutan di masa orde baru untuk menteri PU) ini, datang ke KPK pukul 12.34 WIB dan pulang pukul 13.00 WIB.Didampangi Wakil Ketua KPK, Syahrudin Rasul Djamil, Joko mengatakan, selain melaporkan harta kekayaannya dia juga sudah menandatangani surat kuasa. Dia juga mengaku, untuk mengisi daftar kekayaannya tidak lah mudah, banyak lampiran yang harus diisi.Kesulitan untuk mengisi daftar kekayaannya, kata Joko, salah satunya adalah mencari sejarah barang yang telah dibeli. "Contohnya di tahun 1974 kan susah. Saya mengisi ini (daftar kekayaan-red) 10 hari lamanya," ungkapnya.Joko mengatakan, semua hartanya dilaporkan ke komisi pemeriksa yang diketuai oleh Syahrudin Rasul. "Semua harta kekayaan bergerak maupun tidak bergerak saya laporkan. Baik itu harta pribadi, istri dan anak saya yang belum nikah," ucap Joko.Sementara dalam kesempatan yang sama, Syahrudin menyatakan, daftar kekayaan Joko nantinya, akan diverikasi dan diteliti oleh KPK. "Semua akan diverifikasi termasuk yang sudah masuk sebelumnya," kata Syahrudin. Dia menyebut nama menteri yang sudah masuk ke KPK sebelumnya antara lain, Menaker Fahmi Idris, Menko Perekonomian, Abu Rizal Bakrie. "Sore nanti Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaluddin akan menyerahkan juga," katanya.Daftar kekayaan itu semua, kata Syahrudin, akan diverifikasi dan diteliti. "Batas waktunya dua bulan. Verifikasi akan langsung dilakukan satu per satu, dan tidak perlu menunggu semuanya dilaporkan," tegasnya.Syahrudin memastikan pada pekan ini semua menteri sudah melaporkan harta kekayaannya. "Minggu ini sudah selesai penyerahannya semua. Menteri-menteri sudah banyak yang telepon," ungkapnya. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads