"3 Oktober kita akan buat semacam public hearing. Mau lebih banyak tamannya atau binatangnya. Kita mau yang kelas dunia," kata Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (23/8/2013).
Rencananya pembangunan Ragunan selain menggunakan APBD juga akan melibatkan pihak swasta. Hal ini karena waktu yang dibutuhkan untuk pembangunannya tidak lama.
"Kalau buat bikin kebun binatang terkenal kan nggak singkat, nggak 1 tahun, bisa 3 sampai 4 tahun. Misalnya ragunan buat tekenal butuh anggaran 1 T, kita kasih aja bertahap 250 M pertahunnya," lanjut suami Veronica Tan ini.
Ahok mengakui jika mempertemukan ide antara pihak swasta dan pemerintah tidaklah mudah. Karena itu diharapkan public hearing bisa menjadi jalan keluar.
"Misalnya saya lebih suka nggak ada binatangnya, lebih banyak tamannya kayak kebun raya Bogor. Tapi buat orang belum tentu sreg, kan orang Solo dan Jakarta nggak sama kemauannya, makanya harus public hearing," pungkasnya.
(mnb/lh)











































