Kisruh DPR, Menristek Tunggu Petunjuk Presiden
Senin, 01 Nov 2004 12:55 WIB
Bandung -
Kisruh di DPR mempengaruhi para menteri Kabinet Indonesia Bersatu bersikap. Bagaimana bila komisi DPR mengundang rapat kepada menteri? Menolak atau hadir? Menristek Kusmayanto Kadiman memilih akan berkonsultasi kepada presiden terlebih dulu. "Saya tidak mau apriori dengan komisi. Kalau mereka mengirimkan undangan untuk rapat dengan saya, saya akan hargai. Tapi, karena saya juga seorang pembantu presiden, sebelum melaksanakan tugas-tugas saya, saya harus koordinasi dan konsultasi dengan presiden terlebih dulu. Beliau yang akan memutuskan," kata Kusmayanto. Hal ini disampaikan Kusmayanto di sela-sela menghadiri 'Workshop Kemitraan dan Kompetisi Pengubahan Kode Akses SLJJ' di gedung Anex, Institut Teknologi Bandung (ITB), Jl. Tamansari, Bandung, Senin 1/11/2004). Menurut Kusmayanto, sampai sekarang, belum ada petunjuk dari presiden terkait kisruh di DPR itu. "Sampai sekarang belum. Saya kira presiden juga mencermati perkembangan di sana," kata bekas Rektor ITB itu. Kusmayanto juga tidak mengetahui tentang adanya pernyataan Ketua DPR Agung Laksono bahwa Presiden SBY sudah menyambut gembira terbentuknya komisi-komisi di DPR. "Saya tidak tahu. Tentunya, Pak Agung sebagai ketua DPR dan presiden sudah melakukan komunikasi-komunikasi. Tetapi, bagaimana nanti tugas-tugas saya sebagai pembantu presiden, saya akan mengkonsultasikannya kepada presiden," jelasnya.
(asy/)










































