"Mengenai uban itu, saya mengistilahkannya ke bapak Menko Perekonomian Hatta Raja. Saya secara pribadi kenal," ujar Elda Devianne dalam kesaksiannya untuk Ahmad Fathanah di PN Tipikor Jakarta, Kamis (22/8/2013).
Elda mendapatkan informasi soal Hatta dari koleganya yang bernama Arif. Nama terakhir adalah pengusaha batubara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam percakapan telepon antara Elda dengan Maria disebutkan bahwa Maria mengatakan Hatta marah kepada Dirjen Peternakan Syukur Iwantoro. Hal tersebut terkait dengan kuota impor daging.
"Saya tahu dari teman saya Arif. Saya ngadu ke Arif dan Arif ngomong uban juga marah-marah dan katanya pak syukur akan dipanggil," ujar Elda.
Sedangkan, Hatta membantah ikut terlibat dalam pengaturan impor daging. Hatta juga marah kala dipanggil dengan sebutan uban.
"Sudah nggak kenal, nggak pernah nyebut soal itu, kok bisa-bisanya dia kan nyebut 'uban'. Itu kan nggak baik. Nggak boleh, saya itu kan bagaimana pun menteri. Menterinya Anda, menteri semua," jelas Hatta di kantornya, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (31/7/2013).
Hatta juga kaget saat pemberitaan soal percakapan yang diputar di persidangan itu diungkap. Maria dan Elda tengah membicarakan soal kuota impor daging. Nama Hatta disebut dengan sandi 'uban'.
"Saya nggak minta dihormati, tapi itu pelecehan, masak begitu. Jadi saya tidak kenal dan tidak pernah bicara soal itu (kuota impor-red)," tambahnya.
(/lh)











































