Beredar Info Penembak Polisi Ditangkap, Polda: Itu Hoax!

Beredar Info Penembak Polisi Ditangkap, Polda: Itu Hoax!

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 22 Agu 2013 17:32 WIB
Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya menegaskan bahwa pelaku penembakan anggota polisi belum berhasil ditangkap. Sempat beredar informasi bahwa pelaku ditangkap, dipastikan polisi bahwa itu bukan pelakunya.

"Bukan. Belum ada yang tertangkap, kami masih mencari pelakunya," tegas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Slamet Riyanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Slamet mengatakan, pascarentetan teror penembakan anggota Polri, pihaknya melakukan razia terhadap pengendara bermotor di Depok. Saat itu tersiar kabar bahwa pelaku penembakan lari ke Depok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat digelar razia itu, polisi menangkap seorang pengendara motor yang dicurigai karena memacu motornya dengan kecepatan yang tinggi.

"Waktu itu ada yang ngebut. Saat hendak diberhentikan dia nggak mau berhenti, lalu kita kejar," kata Slamet.

Beberapa meter dari titik lokasi razia, polisi mengamankan si pemotor yang dicurigai itu. Namun, setelah menjalani interogasi, dipastikan bahwa si pemotor itu bukan pelaku penembakan yang tengah diincar polisi.

"Ternyata setelah dikejar, itu debt collector. Dari awal memang dia sudah ngebut dan saat melintasi anggota yang razia, dia ngebut juga, sehingga kita kejar karena awalnya kita curiga kenapa dia ngebut," jelasnya.

Slamet juga membantah bila pihaknya telah mengamankan dua pelaku penembakan bernama Erwin dan Anis. Informasi tertangkapnya dua pelaku penembakan itu tersiar melalui BlackBerry Messanger. Pesan berantai itu menyebutkan:

"Agar atensi dan cek kos2an dan kontrakan di wil kita. Informasi dari lap nama pelaku yg berbadan gemuk bernama Anis, yang kurus bernama erwin, pelaku mantan GAM dan memiliki kelompok 365 di wil jabar dan jabodetabek, selain itu dari info yang diterima pelaku mahir menggunakan senjata, erwin driver dan penembak anis, utk itu dalam cipkon silahkan di cek ktp org2 yg dicurigai. Sbg tambahan sebelum main ke pondok aren seluruh wil jkt sudah di maping oleh pelaku, terbukti dari pengecekan jalur hp."

Ditegaskan Slamet, bahwa pihaknya belum bisa mengidentifikasi siapa pelakunya. Ia kembali memastikan, bahwa informasi tersebut tidak benar.

"Bukan, itu hoax. Bisa saja itu pelaku sengaja menyebarkan info itu agar fokus kita terpecah," katanya seraya menambahkan bahwa pihaknya sangat jeli dan teliti dalam menerima segala informasi terkait peristiwa itu.



(mei/tfq)


Berita Terkait