Tim Dokter Selidiki Kemungkinan Arafat Keracunan
Senin, 01 Nov 2004 11:40 WIB
Jakarta - Hasil tes medis terhadap Yasser Arafat menunjukkan bahwa Presiden Palestina itutidak menderita leukemia atau kanker darah seperti yang diduga sebelumnya. Namun para dokter saat ini tengah menyelidiki kemungkinan bahwa Arafat keracunan.Demikian diungkapkan pejabat-pejabat Palestina seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (1/11/2004). Para dokter masih melakukan sejumlah tes untuk membuktikan dugaan tersebut. Hasil tes akhir baru akan diketahui pada Rabu (3/11/2004) mendatang.Arafat mulai menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan pada Sabtu (27/10/2004) lalu di rumah sakit militer Prancis di pinggiran Paris. Atau sehari setelah ia diterbangkan dari markasnya di kota Ramallah, Tepi Barat. Sejauh ini hasil tes menunjukkan bahwa Arafat tidak menderita penyakit yang membahayakan, termasuk leukimia yang sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu kemungkinan. "Tes terakhir menunjukkan bahwa Presiden Arafat tidak menderita penyakit yang membahayakan jiwa dan apa yang dideritanya bisa disembuhkan," ujar seorang pembantu Arafat, Nabil Abu Rdainah.Arafat dibawa berobat ke Prancis atas perintah langsung dari Presiden Prancis Jacques Chirac. Pemimpin negara besar Eropa itu menegaskan bahwa perdamaian akan sulit dicapai jika Arafat yang telah lama memimpin perjuangan rakyat Palestina itu dikesampingkan.Kondisi Arafat saat ini sudah membaik. Pemimpin berusia 75 tahun itu sudah bisa tidur dengan lebih tenang. Sebelum meninggalkan Ramallah, ia mengalami muntah-muntah dan sempat pingsan selama sekitar 10 menit.
(ita/)











































