Bush & Kerry Berjanji akan Membuat Amerika Lebih Aman

Bush & Kerry Berjanji akan Membuat Amerika Lebih Aman

- detikNews
Senin, 01 Nov 2004 10:55 WIB
Jakarta - Pemilihan presiden (pilpres) AS sudah di depan mata. Presiden George W Bush dan Senator John Kerry bertarung habis-habisan dalam kampanye terakhir mereka di Florida dan Ohio. Kedua kandidat presiden itu sama-sama memberikan janji untuk membuat Amerika lebih aman.Kerry berjanji bahwa jika dirinya terpilih, ia akan melakukan aktivitas tak terduga untuk melindungi keamanan nasional, diantaranya dengan melakukan penunjukkan Kabinet yang cepat. "Saya akan membuat Amerika lebih aman dan saya memiliki beberapa langkah yang sangat nyata dan kuat untuk dilakukan segera guna mewujudkan hal itu (keamanan AS)," tukas Kerry seperti dilansir kantor berita Associated Press, Senin (1/11/2004).Presiden Bush menyampaikan janji serupa. "Jika Anda percaya Amerika harus memerangi teror dengan semua kekuatannya dan memimpin dengan keyakinan yang kokoh, saya ajak Anda untuk berdiri di samping saya," kata Bush."Jika Anda seorang Demokrat yang percaya bahwa partai Anda telah berubah menjadi terlalu berhaluan kiri tahun ini, saya ajak Anda untuk datang bersama saya," imbuh presiden bertahan dari partai Republik itu.Hingga saat ini, persaingan Bush dan Kerry dalam berbagai poling yang digelar tetap ketat. Menurut poling terbaru Fox News, Bush unggul dengan 47-45 persen dibandingkan Kerry. Namun berdasarkan poling Reuters/Zogby, Kerry memimpin dengan 47-46 persen terhadap Bush. Dalam poling yang digelar Newsweek, Bush teratas dengan 50-44 persen, begitu pula dengan poling jaringan televisi ABC, Bush menang tipis dengan 49-48 persen terhadap Kerry. Kampanye final menjelang pilpres 2 November, dibayang-bayangi dengan munculnya rekaman video Osama bin Laden yang memperbarui ancamannya terhadap AS serta kematian delapan Marinir AS di Irak. Isu rekaman video ini dimanfaatkan oleh kedua rival itu untuk meraih dukungan dalam kampanye mereka. Senator Kerry mencetuskan bahwa ancaman bin Laden itu merupakan bukti hidup bahwa Bush tidak bekerja benar dalam pengejaran pemimpin al Qaeda itu di Afghanistan setelah jatuhnya rezim Taliban pada tahun 2001. Sementara Bush, meski tidak menyinggung langsung soal rekaman itu, ia menyatakan bahwa Senator Kerry gagal memahami bahwa dunia telah berubah sejak 11 September. Bush juga kembali menuding bahwa Kerry akan menjadi pemimpin yang lemah. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads