Di poster berukuran A3 ini juga berisi teks yang menyebut Tamsil sebagai teroris yang pernah ditangkap di Bandara Manila, pada 1 April 2002 silam dan juga sebagai anggota Banggar DPR yang mengatur triliunan rupiah dana APBN.
Peredaran poster kampanye yang berusaha memojokkan Tamsil yang berpasangan dengan dosen Unhas dan dai muda Das'ad Latif ini ditemukan di beberapa lokasi.
"Kami tim pemenangan Tamsil-Das'ad menyikapi poster black campaign yang disebarkan oleh pihak yang tidak gentle. Apa yang tertulis di poster tersebut sama sekali jauh dari pribadi Pak Tamsil yang humanis dan bersahabat pada semua kalangan," ujar juru Bicara tim pemenangan Tamsil, Muzayyin Arif, Rabu (21/8/2013).
Muzayyin mengatakan, peredaran poster black campaign ini menunjukkan kepanikan kandidat lain yang khawatir dengan tren elektabilitas dan popularitas Tamsil yang makin meroket.
"Sosialisasi yang telah dilakukan tim pemenangan Tamsil-Das'ad sudah cukup memberi bahan pertimbangan bagi warga Makassar bahwa sosok pak Tamsil jauh dari tampang ekstrimis, apalagi teroris," tutur Muzayyin.
(mna/fdn)











































