"Speedometernya nggak jalan, jadi dia tidak tahu kecepatan bus berapa," kata Kanit Lantas Polsek Cisarua AKP Mashudi kepada detikcom, di RSPG Cisarua, Bogor, Rabu (21/8/2013).
Menurut Mashudi, sang sopir yang bernama Amin (40) itu sejak sebelum berangkat memang menyadari speedometer busnya tak berfungsi, namun soal rem blong itu tak diduga sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum berangkat memang dia udah ngecek bus, terus bawa mekanik untuk ikut. Mungkin itu alasan kenapa dia bawa mekanik, kan nggak pernah mekanik ikut bus," imbuhnya.
Maka saat bus meluncur dari Cianjur menuju Jakarta itu, tepat di Cisarua sang sopir baru menyadari rem busnya blong. "Kecepatan bus normal, tapi itu kan pas turunan tajam," ucap Mashudi.
Bus tak terkendali, kemudian menabrak motor, mobil carry dan warung lalu terjun ke dalam jurang sedalam sekitar 5 meter. Bus terbalik. Sebanyak 19 orang meninggal akibat kecelakaan itu.
(/gah)










































