Kondisi Yasser Arafat Membaik
Senin, 01 Nov 2004 06:51 WIB
Jakarta - Kesehatan pemimpin Palestina Yasser Arafar (75) membaik. Arafat, Minggu (31/10/2004) waktu setempat, Arafat dilaporkan sudah bisa menelpon koleganya di Tepi Barat, membaca telegram dari para pemimpin dunia yang mendoakannya, serta makan sereal dan minum teh.Menurut Menteri Luar Negeri Palestina Nabil Shaath, sebagaimana dilaporkan kantor berita The Associated Press, Senin (1/11/2004), hal itu merupakan tanda-tanda bahwa kesehatan Arafat membaik setelah tiga hari dirawat di rumah sakit militer Prancis."Dia jauh lebih baik, dia sungguh-sungguh lebih baik, dan lebih riang," kata Shaath. "Dia hanya sedikit kelelahan dan kami sedang menunggu penilaian terakhir dokter tentang diagnosa penyakitnya."Pejabat-pejabat lain Palestina juga mengkonfirmasi kondisi Arafat yang membaik. "Ia makan lebih banyak, ia lebih aktif dengan lingkungannya, ia berbicara dengan orang-orang di sekitarnya, dan ia dalam keadaan baik," kata utusan Palestina di Prancis, Leila Shahid.Penasihat utama Arafat, Nabil Abu Rudeina, mengatakan, "Saya bisa memastikan kepada Anda bahwa ia tidak menderita leukimia atau gangguan serius yang lain. Kondisinya bisa disembuhkan, dan kami berharap ia akan segera pulih."Menurut Rudeina menambahkan, Arafat "bereaksi positif terhadap perawatan yang diterimanya" dan ia diberi penjelasan mengenai perkembangan di wilayah-wilayah Palestina tanpa keberadaannya.Dewan Keamanan Nasional yang dipimpin Perdana Menteri Ahmed Qureia bersidang di Ramallah hari Minggu tanpa Arafat untuk pertama kalinya dalam waktu 37 tahun. Selama berlangsungnya pertemuan itu, kursi Arafat tetap kosong. "Ini untuk menunjukkan bahwa presiden masih bersama kami dan tidak ada seorang pun yang berusaha menggantikannya," kata anggota kabinet Palestina Salah Tamari.Arafat, yang telah 40 tahun ini menjadi simbol perjuangan Palestina menuju sebuah negara merdeka, diangkut dengan pesawat terbang Prancis dari markas besarnya di Ramallah hari Jumat lalu untuk memperoleh perawatan medis.Medical ReportNamun hingga kini belum ada penjelasan apa penyebab penurunan kesehatan Arafat. Sementara dari hitungan kadar darah rendahnya, menurut pejabat Palestina, Arafat tidak menderita leukemia.Dokter tidak mengatakan apa yang mungkin menyebabkan defisiensi,walau pun Nabil Shaath sudah mengesampingkan kemungkinan Arafat terserang bermacam-macam tipe kanker. Tetapi, tak ada dokter atau spesialis lain yang menegaskan kesimpulan itu.Tim dokter sekarang sedang melakukan pengujian untuk mengetahui apakah Arafat terinfeksi virus, keracunan atau suatu penyakit lain, kata pejabat Palestina lainnya yang berbicara dalan kondisi anonim. Namun ia tidak menyebutkan apa jenis keracunan dimaksud. Sebelumnya dokter Arafat di Ramallah hasil tes toksikologi mengesampingkan keracunan.Namun kapan hasil tes Arafat diketahui, pejabat Palestina memberikan keterangan yang berlainan. Menteri Kabinet Palestina, Saeb Erekat, menyatakan medical report akan dikeluarkan hari Selasa. Sementara Mohammed Rashid, pembantu dekat Arafat, menyatakan hasilnya akan diketahui pada hari Rabu.
(gtp/)











































