Jelang Pemilu AS
Bush-Kerry Bersaing Ketat
Senin, 01 Nov 2004 00:01 WIB
Jakarta - Dua hari menjelang pemilu, siapa yang akan keluar sebagai pemenang masih sulit ditebak. Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan penantangnya, Senator John F. Kerry, bersaing ketat dan apapun bisa terjadi hingga Selasa, 2 November lusa.Menurut kantor berita berita The Associated Press, Minggu (31/10/2004), persaingan Bush dan Kerry untuk memperebutkan Electoral College di delapan sampai 10 negara bagian begitu ketat hingga sulit diprediksi siapa yang bakal keluar sebagai pemenang.Setelah berbulan-bulan berkampanye dan menghabiskan setengah miliar dollar AS untuk membiayai iklan, Bush dan Kerry masih dalam posisi untuk berebut menunjukkan diri sebagai yang paling mampu memerangi terorisme ketika muncul rekaman video Osama bin Laden yang melancarkan ancaman pada AS."Dalam situasi normal, pemilih yang ragu-ragu akan memilih untuk tidak memilih presiden yang sedang berkuasa. Tapi ini bukan situasi biasa. Ini adalah waktu perang," kata peneliti polling dari Michigan, Steve Mitchell."Pertanyaannya kemudian, apakah ini akan menjadi berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya? Akankah pemilih mengambang memutuskan untuk tidak mengganti kuda di tengah-tengah sungai," katanya.Jawaban akan diperoleh dalam dua hari, atau lebih banyak jika terjadi pengulangan dari pemilu tahun 2000. Presiden yang sedang menjabat dari Partai Republik dan penantangnya dari Partai Demokrat bertarung ketat di negara bagian medan perang, khususnya di Florida dan Midwest.Hasil polling secara nasional memang menunjukkan Bush unggul tipis, tapi suara populer tidak memutuskan siapa yang memenangi kursi kepresidenan. Gedung Putih jatuh ke kandidat yang meraih 270 Electoral College, atau mayoritas dari 538 Electoral College yang tersedia.Menurut analisis Associated, 26 negara bagian solid mendukung Bush dan diperkirakan akan menghasilkan 222 suara elektoral untuknya. Sementara Kerry menguasai 16 negara bagian ditambah Distrik Columbia dan mengamankan 211 suara elektoral.Jika ini yang terjadi: Bush membutuhkan tambahan minimal 48 dari 105 suara elektoral yang tersisa untuk terpilih kembali. Sementara Kerry membutuhkan 59 suara elektoral lagi untuk bisa berkantor di Gedung Putih.Nah, 105 suara elektoral yang diperebutkan ini berada di delapan negara bagian yang sangat kompetitif, Florida, Ohio, Nevada, Pennsylvania, Wisconsin, Iowa, Minnesota dan New Mexico.
(gtp/)











































