Jejak Panjang Selisih Ruhut dan Ketua FPD

Balada Politik Ruhut

Jejak Panjang Selisih Ruhut dan Ketua FPD

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 20 Agu 2013 17:24 WIB
Jejak Panjang Selisih Ruhut dan Ketua FPD
Jakarta - Ruhut Sitompol sudah declare akan dilantik jadi Ketua Komisi III DPR hari ini. Namun karena surat dari DPP tak kunjung datang, pelantikan dibatalkan. Konon ada penolakan dari Ketua FPD DPR Nurhayati Ali Assegaf terhadap penunjukan Ruhut. Meski masih isu, namun hubungan keduanya memang sudah tak harmonis sejak lama.

Ruhut pernah mendapat peringatan keras dari Nurhayati gara-gara terus meminta Anas Urbaningrum yang kala itu masih menjadi Ketua Umum PD untuk mundur. Diingatkan Nurhayati, Ruhut kala itu malah menantang.

"Memang siapa dia, bisa kasih peringatan sama aku, dia juga masuk PD di tengah jalan sama sepertiku. Jadi nggak usah sok jago, kalau jagoan bikin saya direcall dari DPR," tantang Ruhut, 23 Juni 2012 lalu.

Tak hanya menantang, Ruhut bahkan mengungkit bahwa Ketua Fraksi yang kala itu belum jadi Waketum PD tak akan mampu mengangkat citra PD. Ruhut bahkan menyebut Nurhayati dengan sebutan tak semestinya.

"Siapa pun itu, Anas, Ruhut, Saan, Nenek Lampir itu tak bisa menaikkan polling Demokrat. Hanya tokoh SBY yang bisa membesarkan partai," kata Ruhut dalam dialektika 'Saling Sandera Parpol' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2012) lalu.

Namun Nurhayati kala itu menanggapi dengan kepala dingin. Nurhayati menegaskan dirinya dan Ruhut tak ada persoalan.

"Di antara saya dan Pak Ruhut baik-baik saja, tidak ada masalah. Ini mekanisme yang biasa di internal kami untuk klarifikasi," ujar Nurhayati menanggapi amarah Ruhut waktu itu.

Kini setelah sekian lama, kisruh Ruhut dan Ketua FPD kembali jadi isu politik. Terlebih setelah Ruhut yang sempat sesumbar ditunjuk menjadi Ketua Komisi III DPR batal dilantik hari ini. Ketua FPD Nurhayati menegaskan bahwa tak ada surat dari DPP terkait penunjukan Ruhut, pernyataan Nurhayati terbukti, Ruhut batal dilantik.

Kabarnya ada sejumlah elite PD termasuk Nurhayati yang tak mau Ruhut jadi Ketua Komisi III DPR. Sejumlah sumber bahkan mengatakan Nurhayati akan mundur jika Ruhut jadi Ketua Komisi III DPR. Nurhayati sendiri setelah bicara soal belum datangnya surat DPP terkait pengangkatan Ruhut, belum bisa dikonfirmasi kembali. Lalu apakah batalnya pelantikan Ruhut adalah buntut panjang perselisihan keduanya?

(van/nrl)


Berita Terkait