FKB DPR Ancam Evaluasi Keberadaan di Koalisi Kebangsaan
Minggu, 31 Okt 2004 19:04 WIB
Jakarta - Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR mengancam akan mengevaluasi kehadirannya dalam Koalisi Kebangsaan di DPR bila pimpinan DPR terus mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dinilai tidak benar.Ancaman ini disampaikan anggota FKB Effendy Choirie usai acara buka bersama yang digelar Gus Dur di Hotel Acacia, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Minggu (31/10/2004) malam.Menurut Gus Choi, demikian Efendy Choirie biasa dipanggil, ada dua pernyataan Ketua DPR Agung Laksono yang tidak benar. "Pertama dia menyatakan Panglima TNI otomatis diganti bila DPR belum menanggapi surat presiden 20 hari sejak komisi terbentuk," katanya.Yang benar, menurut Gus Choi, 20 hari dihitung sejak surat diterima DPR dalam hal ini tanggal 8 Oktober 2004. "Jadi saat ini secara de jure Panglima TNI sudah diganti. Pernyataan Agung Laksono menunjukkan dia tidak paham tentang UU TNI, dan ini membuat situasi makin kacau."Lalu dilanjutkannya, "Kalau dia salah-salah terus memimpin di DPR bukan tidak mungkin FKB menarik diri dari Koalisi Kebangsaan karena pemimpin DPR tidak becus."Pernyataan kedua yang dipermasalah adalah pernyataan Agung Laksono bahwa pembentukan komisi bisa diulang dan pimpinan komisi bisa direposisi. "Artinya dia tidak yakin dengan yang sudah dilakukan Koalisi Kebangsaan," ujar Wakil Ketua Komisi I ini.Pernyataan Agung, ujar Gus Choi, menunjukkan bahwa ia tidak tegas. "Ini menunjukkan dia plin plan dan tidak tegas. Bila terus seperti ini FKB akan mengevaluasi kehadirannya dalam Koalisi Kebangsaan di DPR dan membuat mosi tidak percaya."
(gtp/)











































