Longsor di Sumbar, Jalur Lintas Sumatera Lumpuh
Minggu, 31 Okt 2004 18:05 WIB
Padang - Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Barat (Sumbar) beberapa pekan terakhir, telah mengakibatkan longsor di Kecamatan Tanjung Gadang, Kab. Sawahlunto Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar). Akibatnya, jalan lintas Sumatra terputus sejak pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Sampai petang ini, ribuan kendaraan dari arah Selatan (Lampung, Sumsel dan Jambi) menuju Utara (Sumbar, Sumut dan Aceh) maupun sebaliknya terjebak. Kendaraan-kendaraan itu tidak bisa lewat sama sekali. Dihubungi detikcom via telepon, Minggu (31/10/2004), Kepala Dinas Prasarana Jalan Sumbar, Hedyanto menyatakan, lokasi longsor terletak sekitar 132 km dari Kota Padang. "Longsor terjadi di dua titik, yaitu di kilometer (Km) 131,55 dan Km 132,75 dari Kota Padang. Saat ini, puluhan kendaraan terjebak, tidak bisa ke utara maupun juga ke selatan di antara dua titik tersebut," ujarnya.Dikatakan Hediyanto, pihaknya telah mengerahkan tiga alat berat dan lima truk untuk mengatasi longsor tersebut. "Kita sudah operasikan alat-alat tersebut sejak pagi tadi. Pukul 12.00 WIB satu jalur ke arah utara berhasil ditembus, sehingga sebagian kendaraan yang terjebak antara dua longsor sudah bisa keluar. Namun, jalan yang tembus itu baru setengah badan jalan. Selama arus mudik, kami menempatkan lima grup peralatan untuk mengatasi longsor yang ditempatkan di daerah rawan longsor," terangnya.Lebih lanjut, Hedyanto mengatakan, saat ini upaya pembukaan jalan yang sedang berlangsung terhalang oleh hujan yang terus mengguyur lokasi longsor. Jika masih hujan, besar kemungkinan longsor akan kembali terjadi. Oleh sebab itu, ujarnya, pihaknya akan tetap siaga dengan alat berat di lokasi kejadian.Hedyanto mengingatkan, selain di Sawahlunto Sijunjung, lokasi rawan longsor lainnya di Sumbar terdapat di Lembah Anai (Kabupaten Padang Pariaman, Sitinjau Laut), Bungus (kota Padang) dan Pangkalan (Kabupaten 50 Kota ), Koto Alam dan Silungkang (Kabupaten Sawahlunto Sijunjung) Palupuh (Kabupaten Agam) dan Kumpulan (Kabupaten Pasaman). Sementara itu, Wakapolres Sawahlunto Sijunjung Komisaris Polisi Yusuf Hondawan Naibaho, ketika dikonfirmasi detikcom melalui telepon mengatakan, saat ini kemacetan di lokasi kejadian mencapai 4 km. Untuk membantu pembersihan dan penertiban, Polres Sawahlunto Sijunjung menyiagakan sebanyak 60 petugas. "Sebagian besar kendaraan yang terjebak macet berjenis truk dan bus. Untuk menghindari kemacetan yang lebih panjang, petugas terpaksa mendahulukan kendaraan berbadan kecil," ujarnya.Lebih lanjut, Yusuf mengatakan, agar kemacetan tidak bertambah panjang, petugas sudah memberi peringatan agar kendaraan yang berniat masuk berbelok arah atau menunggu kondisi jalan pulih. "Di Kiliran Jao (arah Selatan) maupun di Tanah Begantung (arah Utara), polisi sudah membuat pos untuk memperingatkan pengguna jalan untuk tak masuk ke lokasi longsor. Berdasarkan laporan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," demikian Yusuf.
(asy/)











































