SBY Prihatinkan Depo Plumpang Berdempetan dengan Pemukiman

SBY Prihatinkan Depo Plumpang Berdempetan dengan Pemukiman

- detikNews
Minggu, 31 Okt 2004 17:23 WIB
Jakarta - Presiden SBY meninjau instalasi UPDN (Unit Pembekalan Dalam Negeri) III Plumpang, Jakarta Utara. Presiden memprihatinkan faktor keselamatan UPDN, karena sangat berdekatan dengan pemukiman penduduk. Presiden meninggalkan UPDN III Plumpang sekitar pukul 16.30 WIB, Minggu (31/10/2004) setelah mendengarkan pemaparan dari pejabat Pertamina. Presiden tidak sempat ditemui wartawan, karena setelah melakukan peninjauan, langsung meninggalkan lokasi. Keterangan mengenai komentar presiden disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro. "Presiden sangat memprihatinkan faktor keselamatan depo Plumpang, mengingat lokasinya yang sangat berdekatan dengan pemukiman penduduk," kata Purnomo. Memang, saat berkeliling ke UPDN III, presiden melihat rumah penduduk menempel pada pagar kompleks UPDN. Tidak ada jarak antara pagar dengan pemukiman penduduk itu. Pemukiman penduduk itu sendiri terdiri dari bangunan-bangunan nonpermanen. "Presiden menginstruksikan agar Dirut Pertamina melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan membahayakan, terhadap instalasi atau perumahan," kata Purnomo. Menanggapi hal ini, Dirut Pertamina Widya Purnama mengatakan, sebenarnya saat gedung instalasi didirikan, ada jarak antara pagar dengan pemukiman penduduk. Sekitar 50 meter dari pagar instalasi merupakan lahan buffer milik Pertamina. Lahan buffer ini merupakan area untuk mengantisipasi apabila nanti ada perluasan atau prosedur pengamanan. "Karena itu, area 50 meter itu dibuat berupa rawa-rawa, sehingga kalau ada kebakaran, api tidak langsung menyebar," kata dia. Namun, dalam perkembangannya, ada penduduk yang membangun rumah di lahan itu tanpa izin. Widya mengaku sangat sulit menahan warga yang terus menerus membangun rumah-rumah tersebut. Sebab meski selaku pemilik lahan, Pertamina tidak mempunyai legalitas untuk melakukan penggusuran atau pemindahan lokasi. "Kalau sampai menggusur, maka akan timbul konflik yang membahayakan instalasi. Karenanya, saat ini Pertamina tengah berkoordinasi dengan Pemda untuk melakukan pemindahan warga," kata Widya. Namun, karena menyadari pemindahan warga akan makan waktu yang sangat lama dan presiden sudah memberikan teguran, dalam waktu dekat, langkah yang bisa diambil adalah meninggikan pagar dan menebalkan pagar. Saat ini pagar terbuat dari kawat berduri dan tidak terlalu tinggi. "Bila pagar sudah ditinggikan dan ditebalkan, nantinya kalau percikap api dari pemukiman tidak akan meloncat ke instalasi UPDN. Begitu juga sebaliknya," ungkapnya. Dalam sidak ke UPDN III Plumpang ini, presiden juga sempat berbincang-bincang dengan petugas pengisian BBM dan sopir tangki. Kepada mereka, presiden berpesan agar di hari-hari menjelang Lebaran ini, mereka yang menjadi ujung tombak distribusi BBM tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, sehingga rakyat tidak mendapat kesulitan mendapatkan BBM. (asy/)


Berita Terkait