Asal Tidak Macet, Persediaan Bus untuk Mudik Cukup

Asal Tidak Macet, Persediaan Bus untuk Mudik Cukup

- detikNews
Minggu, 31 Okt 2004 12:03 WIB
Jakarta - Departemen Perhubungan (Dephub) memastikan telah tersedia 33 ribu bus yang disiapkan untuk keperluan mudik. Jumlah bus ini cukup, bahkan berlebih. Namun, bila jalan-jalan dalam kondisi macet, maka bus kapasitasnya tidak akan mencukupi. Hal ini disampaikan Dirjen Perhubungan Darat Abu Bakar Iskandar saat ditemui di kantornya, lantai III, Gedung Karsa, Gedung Dephub, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (29/10/2004) lalu. Selain bus, Dephub juga sudah memastikan akan ada 218 KA yang akan disiapkan untuk mengangkut para pemudik. Jumlah KA ini akan bisa mengangkut 2,7-2,8 juta penumpang. Berikut wawancara dengan Iskandar selengkapnya: Bagaimana kesiapan angkutan darat untuk mudik lebaran?Untuk angkutan jalan, kapasitas yang kita siapkan ada kurang lebih 30 ribu bus reguler dan 3 ribu bus cadangan. Sebanyak 33 ribu bus ini berkapasita 14,06 juta orang. Tapi kita perkirakan untuk permintaan bus itu, hanya 8,6 juta orang. Jadi sebenarnya untuk bus, saya tak khawatir, sepanjang tidak macet. Kalau macet, kapasitasnya ini tidak cukup. Kalat kereta api (KA)? Kalau kereta ada 218 KA dengan kapasitas 2,7-2,8 juta penumpang. Ada dispensasi penambahan penumpang tanpa tempat duduk untuk ekonomi 50-60 persen. Kalau untuk bisnis 30 persen. Penumpang KA tampaknya naik, karena harganya pasti dan perjalanan juga pasti. Sedangkan di bus, kadang-kadang ada sopir nakal. Yang nakal ini, biasanya sopir sistem setoran. Jadi di sini kita minta, para penumpang untuk melaporkan bila ada pelanggaran.Jika angkutan darat terjamin, kenapa banyak calon penumpang kesulitan mendapat tiket?Masalahnya kemacetan. Bus tak bisa kembali itu yang menjadi masalah sehingga di sini penting sekali kita memiliki jalan dengan kapasitas tinggi. Mulai tahun lalu saya berbicara dengan Pak Agum Gumelar bahwa penting sekali ada jalan tol antara Cikampek dengan Cirebon ke Semarang. Kalau itu ada kita tak ada masalah yang besar. Bukannya sekarang sudah ada tol-tol yang baru? Tapi itu kan jaraknya pendek-pendek. Memang ada sambungan sedikit di Cirebon, itu membantu. Tol Padalarang juga membantu, tapi nanti kelancarannya baru tahun depan, sebab jalannya belum jadi. Yang penting sebenarnya Cikampek -Cirebon. Kalau jalan ini bisa jadi, saya kira gangguan kita akanmakin kecil. Sebab makin jauh dari Jakarta arusnya makin kecil. Tapi begitu memasuki kota besar arusnya naik lagi.Kebijakan di jalur pantura, apakah akan ada sistem buka tutup?. Karena sekarang Pantura sudah empat jalur, akan dilihat kondisinya. Itu akan tergantung pada situasi setempat. Ada rencana memang membuat satu jalur lagi dan kita sudah koordinasi dengan daerah dan polisi, sebab yang bisa melakukan itu polisi. Tapi untuk saat ini, tidak ada masalah karena sudah ada delapan jalur alternatif. Yang perlu diimbau adalah disiplin. Kapasitas jalan bisa jatuh bila masyarakat tidak disiplin. saya sudah koordinasi dengan Polri agar mengambil tindakan tegas terhadap mereka. Biasanya Pasar Tumpah dan angkot ini yang benar-benar perlu dikendalikan. Kalau prediksi kelancaran tahun ini akan lebih lancar, karena Lohbener dan Pamanukan, dua titik paling berat, sudah dipecahkan dengan pembangunan tol, fly over Pamanukan, dan by pass. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads